Detak-Palembang.com PALEMBANG – Berdalih kebutuhan ekonomi. Yanti (35) warga Jalan Cianjur III, Kelurahan 5 Ilir, Kecamatan IT II Palembang, diduga telah menjual anak kandungnya berinisial HD yang baru berumur dua tahun kepada seorang kolongmerat.

Akibat ulahnya itu. Dirinya bersama Sri (48) yang diduga merupakan perantara menjualkan anaknya itu digelandang ke Mapolresta Palembang, Jum’at (10/11) malam untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Informasi yang dihimpun. Terbongkarnya praktek perdagangan manusia ini berawal ketika Yanti bersama suaminya mendatangi ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang untuk membuat laporan bahwa putra kesayangannya telah diculik.

Merasa ada yang ganjil. Petugas SPKT Polresta Palembang dibantu anggota Polsek IT II Palembang mendatangi kediaman Yanti untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mengumpulkan bukti dan memeriksa sejumlah saksi.

Setelah memeriksa sejumlah saksi termasuk suaminya. Terbongkar, bahwa anak lelakinya itu tidaklah hilang diculik, melainkan diduga telah dijual Yanti kepada seseorang yang diketahui bernama Cece senilai Rp12 juta.

Ditemui di ruang Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Palembang. Yanti mengatakan, dia tidak menjual anaknya sendiri. Dirinya mendatangi rumah Sri untuk meminta bantuan dicarikan pinjaman uang guna membayar uang kontrakan dan berobat.

“Saya butuh uang untuk bayar kontrakan rumah, makan sehari-hari dan berobat HD Pak. Kemudian, datang ke rumah Sri untuk meminta bantuan dicarikan pinjaman uang. Saya diberikan teman dia (Sri) bernama Cece sebesar Rp10 juta,” ungkapnya.

Dirinya menyebutkan, setelah memberikan uang tersebut anaknya dibawa dan tak kunjung dikembalikan. “Setelah dua minggu kemudian, saya datang lagi ke mereka dan dikasih uang sebesar Rp2 juta oleh Sri,” tambahnya.

Yani mengatakan, Sri yang menyuruh dirinya untuk memberikan anaknya kepada Cece dengan alasan akan dibawa berobat. “Ketika dikasih uang pertama itu, dia (Sri) yang minta anak saya dikasihkan. Katanya mau dibawa berobat dan akan dikembalikan,” tutur Yanti.

Sementara, Sri ditemui di tempat yang sama membantah sudah menjadi perantara menjualkan HD ke temannya. Ia mengatakan, sebelumnya Yanti mendatangi kediamannya untuk meminta tolong meminjam uang dan berniat menjualkan anaknya.

“Dia mau pinjam uang, jadi saya kenalkan dia dengan Cece. Saya tidak menjadi perantaranya pak dan saya juga tidak mendapatkan uang. Bahkan saya pun baru mengetahui kalau Yanti menerima uang dari Cece,” katanya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polresta Palemang Kompol Yon Edi Winara melalui KA SPKT Ipda Wahab mengatakan awalnya Yanti bersama Joni datang untuk membuat laporan kehilangan anaknya.

Namun, setelah diselidiki dan diambil keterangan. Ternyata, Yanti diduga sudah menjual anaknya dengan perantara Sri. “Keduanya sudah dibawa kesini dan masih dimintai keterangan oleh petugas kepolisian,” singkatnya.