Detak-Palembang.com JAKARTA — Badan Narkotika Nasional (BNN) tengah menelusuri kandungan zat yang terdapat dalam pembalut wanita yang beredar di pasaran, pasalnya pembalut ini digunakan sejumlah anak-anak dan remaja meminum air rendaman yang direbus untuk mabuk.

Kabag Humas BNN, Kombes Pol Sulistriandriatmoko mengatakan, BNN tengah mendalami kandungan zat di dalamnya, dan hukum penggunaannya. BNNjuga masih meneliti dampak penggunaan air rebusan pembalutuntuk teler.

“Laboratorium Narkotika BNN belum pernah mendapatkan sampel barang tersebut, untuk diperiksa kandungan apa yang terdapat dalam pembalut wanita,” ujar Sulis.

Sulistriandriatmoko mengatakan berdasarkan informasi dari Laboratorium Narkotika BNN, kemungkinan anak-anak remaja yang mengklaim mendapatkan sensasi setelah minum rebusan pembalut wanita tersebut, dimungkinkan dipengaruhi oleh adanya sugesti.

“Kalau kandungan pembalut wanita tersebut, kemungkinan hanya klorin dan bahan penyerap air,” kata Sulis.

Menurut Sulis, tidak ada efek yang bisa dijelaskan bahwa para remaja yang mabuk itu benar akibat dari pengaruh sesuatu zat yang diduga mirip dengan zat narkotika. “Saya tidak tahu dampak dari klorin tersebut,” ucap Sulis.

Sementara Deputi Bidang Pemberantasan BNN Irjen Pol Arman Depari menyebut tren ‘fly’ dengan air rebusan pembalut ditemukan di sejumlah wilayah, yakni Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jakarta.

Sementara itu, Komisioner KPAI bidang Kesehatan dan NAPZA Sitti Hikmawatty mengatakan bahwa pihaknya merasa sangat prihatin dengan semakin banyaknya kasus ditemukan anak-anak yang meminum rebusan pembalut. Sesuai data yang masuk di KPAI, kasus ini bukanlah kasus baru.

“Pada saat kami tangani kasus penyalahgunaan PCC, 2017 lalu juga sudah kita temui, namun jumlahnya relatif kecil,” ujar Sitty.

Kegiatan remaja yang mencari alternative zat yang dapat membuat mereka ‘fly’, tenang ataupun gembira, ucap Sitty, awalnya didapatkan secara coba-coba atau eksperimen.

“Jadi kalau kita mengenal beberapa golongan Psikotropika diluar Narkoba, maka beberapa zat “temuan” para remaja ini termasuk kelompok eksperimen psikotropika,” kata Sitty.

Sitty berujar jumlahnya memang belum bisa diprediksikan, karena berkaitan erat dengan jumlah anak serta kreatifitas “meramu” bahan-bahan yang mudah didapat dipasaran. Minum air rebusan pembalut juga di dapat dari coba-coba, selain fenomena lain seperti ngelem, dan lainnya.