Detak-Palembang.com PALEMBANG – Seorang mahasiswa Politeknik Sriwijaya Haris Fuady (19) meninggal dunia setelah mengalami kesurupan saat mengikuti kegiatan pra lapangan pendidikan dan latihan dasar angkatan XIX Tahap I Himpala Bahtera Buana Politeknik Sriwijaya.

Berdasarkan data dihimpun, sebelum korban meninggal. Ia bersama anggota lainnya mengikuti kegiatan diksar yang berada di kawasan Mekarsari, Kelurahan Pukokerto, Kecamatan Gandus Palembang, Jum’at (1/12) malam.

Keesokan harinya sekitar pukul 15.00, korban mengalami kesurupan saat mengikuti kegiatan tersebut. Dikarenakan jauh dari pemukiman warga, rekan-rekan korban sempat kebingungan hendak membawa korban berobat kemana.

Hingga akhirnya, sekitar pukul 20.00, Haris dibawa ke rumah Ustad Taufik yang berada di Perumahan Griya Asri, Kelurahan Pulokerto, Kecamatan Gandus Palembang. Namun, ketika itu Ustad Taufik sedang tidak berada di kediamannya.

Oleh teman-temannya, korban pun diletakkan di rumah Ustad Taufik dalam keadaan tidak bernyawa seraya menunggu ustad pulang ke rumahnya. Hingga akhirnya, Ustad Taufik menghubungi pihak kepolisian Polsek Gandus, Palembang.

Paman korban Hendi Handoko menerangkan, pihak keluarga mendapatkan kabar korban sudah meninggal sekitar pukul 22.00. “Kami mendapatkan korban meninggal dan sudah berada di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang,” jelasnya, Minggu (3/12).

Ia menduga keponakannya meninggal, dikarenakan faktor kelelahan ketika mengikuti kegiatan tersebut. “Karena informasi dari teman-temannya ini, mereka dipaksa untuk jalan terus. Istirahat sebentar, jalan lagi. Istirahat terus jalan lagi,” ujarnya.

Handoko mengatakan, korban tidak memiliki riwayat kesurupan. “Selama ini dia tidak pernah mengalami kesurupan. Itu aneh, kita tau kesurupan itu seperti apa, kok sampai meninggal. Apalagi dia tidak mempunyai riwayat seperti itu,” tuturnya.

Masih dikatakannya, kedepan pihaknya masih menunggu hasil visum dari pihak rumah sakit guna menentukan langkah selanjutnya. “Kami keluarga besar sudah menganggapnya kejadian ini sebuah musibah,” tambah Handoko.

Sementara itu, Kapolsek Gandus Aidil Fitriansyah membenarkan adanya kejadian itu. Ia menyebutkan, hasil visum luar tidak ditemukan bekas tanda-tanda kekerasan. “Kita sudah periksa saksi enam orang dari rekan-rekannya,” ujar Aidil.

Menurut keterangan saksi, lanjut Aidil, korban sempat mengalami kesurupan. “Waktu berjalan dia tiba-tiba jatuh, dan sempat ditanyai oleh rekannya. Tapi korban menjawab bawah namanya Helen dan tidak mau mengikuti kegiatan itu lagi,” tutupnya.