Detak-Palembang.com JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menilai Abdurrahman Wahid sebagai Presiden atau mantan Presiden yang miskin. Komentar itu bukan tanpa alasan. Di mata Luhut sosok Abdurrahman Wahid alias Gus Dur amat pemurah.

“Saya suka lihat bagi-bagi uang untuk santri atau kiai,” kata Luhut saat memberi sambutan di Sekolah Kepemimpinan Gus Dur di Jakarta, Minggu (26/3) seperti dikutip laman tempo.com. Namun dibalik itu, bagi Luhut, Gus Dur merupakan pemimpin Indonesia paling fenomenal dalam hal nilai-nilai kebangsaan.

Luhut yang pernah duduk sebagai Menteri Perindustrian dan Perdagangan di era Presiden Gus Dur mengaku belajar banyak hal tentang nilai kebangsaan dan kebersamaan. Menurut dia, Gus Dur amat peduli dengan kelompok yang terpinggirkan.

“Kenapa Gus Dur terus dikenang karena banyak melindungi orang bermasalah. Beliau tidak membeda-bedakan,” kata dia.

Menteri Luhut berharap nilai-nilai kemanusiaan yang sudah diwariskan Gus Dur bisa diteruskan oleh kader Partai Kebangkitan Bangsa. Ia menyatakan bila PKB ingin merebut banyak kursi di parlemen maka harus memberikan keteladan bagi masyarakat, sama seperti yang dilakukan Gus Dur. “Harus jadi teladan di mana saja,” kata Luhut.

Sekolah Kepemimpinan Gus Dur diikuti oleh 150 kader PKB. Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar berharap dengan adanya sekolah ini para kader PKB bisa meneruskan karakter-karakter Gus Dur. “Harapannya bisa melahirkan pemimpin,” ucapnya.