Detak-Palembang.com PALEMBANG – Usai melepas Parade 100 Hari Asian Games 2018, Gubernur Sumsel Alex Noerdin melantik pengurus Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesta Paduan Suara Gerejani Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) Sumsel, Minggu (13/5) pagi di Griya Agung. Di sela pelantikan tersebut Alex Noerdin juga melakukan sosialisasi Asian Games XVIII.

Gubernur Sumsel Alex Noerdin, mengatakan terkait pelantikan itu dia mengucapkan selamat kepada pengurus yang terpilih. Melalui kepengurusan yang ada dia berharap LP3KD dapat membawa harum nama Sumsel di kancah nasional terutama pada Pesparani di Ambon akhir Oktober mendatang.

“Untuk pengurus yang sudah dilantik saya ucapkan selamat. Saya sudah lihat beberapa contoh paduan suara yang ditampilkan dan bagus, sekali, saya yakin nanti bisa menang di Ambon,” ujarnya.

Sementara itu mengenai Asian Games XVIII dikatakan Alex, dia sengaja ingin melakukan menjelaskan kepada seluruh masyarakat Sumsel mengenai apa saja manfaat, dampak dan tujuan utamanya. Hal ini kata Alex penting, karena sejak ditunjuk jadi tuan rumah Asian Games diakuinya banyak nada miring yang menganggap bahwa Asian Games hanya menghabiskan uang saja.

“Banyak nada sumbang yang mengatakan Asian Games hanya menghamburkan uang, sementara rakyat masih miskin. Padahal anggaoan-anggapan seperti itu salah besar,” ujarnya.

Menurut Alex, setelah ditunjuk sebagai tuan ru.ah Asian Games tak dipungkiri hampir Rp70 triliun dana dari APBN, swasta dan pihak ketiga mengucur ke Sumsel. Dana tersebut digunakan untuk membangun mega proyek Asian Games. Sebut saja seperti underpass, fly over, Jembatab Musi IV dan VI, kemudian RSUD Provinsi serta yang paling spektakuler adalah LRT.

“Memang banyak habiskan uang, tapi itu bukan APBD Sumsel. APBD kita sudah digunakan utuk peogram-program kemajuan Sumsel, pendidikan, kesehatan dan pembangunan, termasuk pembangunan dan perbaikan jalan,” jelasnya.

Untuk itulah Alex mengatakan mestinya masyarakat Sumsel bangga, karena tanpa adanya Asian Games di Palembang, mustahil sejumlah pembangunan skala besar itu bisa dilakukan serentak dalam dua tahun di Sumsel.

“Ini tujuannya apa, untuk kesejahteraan masyarakat Sumsel, karena jika Sumsel dipercaya jadi tuan rumah Asian Games artinya daerah kita sudah layak jadi tujuan investasi. Nah kalau investasi banyak masuk tentu masyarakat yang diuntungkan nantinya,” papar peraih Bintang Mahaputra Utama dari Presiden SBY tersebut.

Selain keinginan kuat, Sumsel paparnya punya kelebihan yang tidak dimiliki provinsi lain sehingga berhasil mendampingi Jakarta menjadi tuan rumah ajang bergengsi Asian Games.

“Kita punya pengalaman menggelar event olahraga kelas dunia. Kita sudah PON, berhasil, menggelar Sea Games 2011, ISG 2013, kemudian Asian University Games (AUG), pengalaman kita luar  biasa banyak. Kita juga punya 20 venue berstandar internasional di JSC yang sudah terintegrasi semuanya. Makanya kita harus bangga soalnya tidak semua provinsi bisa seperti kita,” jelasnya.

Sementara itu Ketua Pelaksana Pelantikan LP3KD Alfonso Sukardi menjelaskan bahwa pelantikan ini memang sudah harus dilakukan karena sudah mendapat SK awal tahun lalu agar dapat menjakankan tugasnya. Terlebih Sumsel juga sudah dipercaya menjadi tuan rumah Asian Games Agustus medatang.

“Selain mempersiapkan keikutsertaan pada ajang Pesparani Oktober nanti di Maluku, umat Katolik juga merasa perlu disosialisasikan tentang Asian Games. Sehingga kami jadi tahu apa saja yang perlu dipersiapkan untuk ikut mensukseskan Asian Games di Palembang sehingga kami juga bisa ikut ambil bagian dan berpartisipasi,” terangnya.

Mengenai pelantikan itu sendiri tambah Alfonso, dilakukan untuk kepengurusan LP3KD periode tahun 2018-2022. Adapun Ketua Umum yang terpilih yakni Hendro Setiawan.

“Perlu kami sampaikan bahwa sejak SK LP3KD  ini dibuat pengurus langsung bekerja untuk  Pesparani nasional perdana. Kami rencananya akan mengirim sekitar 100 orang utusan untuk mengikuti paduan suara anak-anak,  lomba menyanyikan Mazmur serta lomba bertutur kitab suci,” tutupnya.