Detak-Palembang.com OKU SELATAN – Diduga akibat tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten OKU Selatan beberapa hari belakangan, menjadi penyebab bencana tanah longsor yang terjadi di beberapa titik.

Tercatat ada 8 titik longsor terjadi di beberapa daerah yang masuk dalam wilayah Kecamatan Buay Runjung dan Runjung Agung, demikian terpantau dalam liputan beberapa media, Senin (06/11) pagi.

Dengan rincian 3 titik di Kecamatan Runjung Agung da 5 lainnya  berada di Kecamatan Buay Runjung.

Akibat longsor di beberapa titik, khususnya di Desa Penanggungan, menyebabkan kendaraan yang melewati jalur tersebut terpaksa harus memutar arah, karena tidak bisa melintasi jalan dari arah Kecamatan Runjung Agung ke Kecamatan Kisam Tinggi itu.

Hal itu disebabkan oleh timbunan material setinggi 2 meter pada badan jalan di sepanjang 70 meter.

Longsor 3 titik yang berada di desa tersebut termasuk skalanya cukup besar, sehingga tim dari BPBD harus menurunkan alat berat untuk eskavasi material longsoran yang menutup jalan.

Adapun 5 titik longsor lainnya berada dalam wilayah Desa Negeri Agung Kecamatan Buay Runjung dengan tingkat kerusakan yang ringan, dengan timbunan material kurang dari 30 cm diatas jalan dengan panjang hanya sekitar 10 m.

Akan tetapi longsor terebut lokasinya berdekatan,  hanya berjarak 50 hingga 100 meter antar titiknya.

Hal itulah yang mengakibatkan kemacetan kendaraan selama beberapa jam, yang kemudian warga bergotong royong untuk membersihkan material longsoran dengan peralatan sederhana.

Saat dikonfirmasi, Camat Runjung Agung Beni Suhendro, SH mengatakan bahwa longsor yang terjadi tersebut terjadi dalam waktu yang tidak bersamaan.

Namun lanjutnya, longsor yang terbesar terjadi di Desa penangunggan sekitar pukul 03.00 WIB dini hari, pasca hujan lebat semalam.

“Kejadian longsor sekitar Pukul 03.00 WIB, dengan tinggi material mencapai 1.5 meter dan panjang gerusan longsor menimbun jalan 50 meter,”ungkap Beni kepada awak media.