Detak-Palembang.com PALEMBANG – Laga home perdana Sriwijaya FC versus PS Tira menjadi laga krusial terkait loyalitas pemain.

Lantaran skuat Laskar Wong Kito sangat mencuri perhatian publik sepakbola Tanah Air. Namun bukan karena prestasi tapi tingginya ego pemain terkait soal penututan gaji yang tertunda. Bahkan mulai dari mogo latihan sampai menggelar demo.

Nah didepan mata SFC segera melakoni partai home perdana lanjutan pekan ke 14 Liga 1 Indonesia kontra PS Tira Jumat (6/7), di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring.

Dengan jabaran masalah diataslah membuat laga ini menjadi sorotan soal loyalitas para punggawa Laskar Wong Kito. Padahal sebenarnya SFC mengelontorkan kocek besar dinilai berfoya-foya di bursa transfer pertama.

Sebab dengan banderol harga selangit SFC hanya mampu nongkrong di nomor urut 5 poin 19. Seharusnya SFC harus berada di urutan pertama atau setidaknya posisi ideal di runner up apabila tidak mau dinilai foya-foya.

Sebelumnya Plt Direktur Utama (Dirut) PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Muddai Madang juga menganalisas faktor terburuk itu. Dia memberikan titah kepada Manajer SFC untuk menekankan kepada tim terkait betapa pentingnya pertandingan bagi masyarakat Sumsel dan fans setia Laskar Wong Kito

“Sebelum melawan PS TIRA hak semua pemain akan segera dilunasi. Terpenting juga dipikirkan sekarang pertandingan bagaimana. Lupakan lah yang lalu mari fokus ke tanggung jawab pemain,” kata Muddai.

Sebelumnya dia juga menjelaskan soal rapat yang telah digeber semua jajaran direksi. Terpenting baginya Laskar Wong Kito tetap fokus berlaga.

“Dari rapat internal manajemen juga dibahas masalah hak pemain. Untuk gaji jangan dibesar-besarkan, karena pasti dibayar. Pekan depan tidak ada masalah lagi,”ucapnya agar pemain tetap fokus bertanding.

Poin lain juga pastinya  manajemen juga memang akan mengevaluasi kinerja penggawa Sriwijaya FC. Muddai menyatakan, evaluasi dilakukan saat jendela transfer dibuka.

“Kami menegaskan akan mengevaluasi jajaran tim, dan juga tingkatan manajemen. Khusus untuk tim, evaluasi tentunya akan dilakukan sebelum putaran kedua, karena tim masih harus menyelesaikan laga sisa di putaran pertama,” ungkapnya.