Asmudin Pelaku Penggelapan

 

Detak-palembang.com Jakarta – Dipercaya menjadi Sopir pribadi tidak membuat Asmuddin alias Ari Pawansi residivis penggelapan mobil meninggalkan dunia kejahatan. Pelaku yang telah bekerja sebagai sopir pribadi korban (Saktinya Bhima Yudha) sejak tanggal 5 Januari 2017 sampai dengan 2 Januari 2018 ini tega melarikan mobil majikannya yang telah menaruh kepercayaan terhadap dirinya.

Korban yang tinggal Jalan Patra Kuningan XV nomor 25 komplek Yasda Kelurahan Menteng Tebet Jakarta Pusat melaporkan Pelaku yang tidak lain adalah sopir pribadi nya sendiri yang diduga telah melakukan tindak pidana penggelapan satu Unit mobil Fortuner warna hitam dengan Nomor polisi B 1874 BJM ke Polda metro Jakarta pusat Rabu (03/01) lalu.

Modus yang digunakan pelaku  dengan berpura-pura menjadi sopir pribadi, kemudian setelah korban menaruh kepercayaan terhadap pelaku barulah pelaku melarikan diri dengan membawa kabur mobil korbannya.

“Dia melakukan membawa mobil saya  dengan pura-pura jadi sopir pribadi, kalau sudah dipercaya orang langsung bawa kabur mobilnya,”ujar korban Bhima menceritakan pelaku Asmuin.

Dari informasi yang dihimpun Bhima menuturkan pelaku adalah residivis yang pernah terlibat kasus yang sama yaitu penggelapan mobil Inova milik majikannya.

“Pelaku merupakan residivis pada kasus yang sama dan dengan modus yang sama menjadi sopir pribadi kemudian membawa kabur satu unit mobil inova milik majikannya,”ungkap Bhima, Sabtu (06/01)

Kejadian ini dilaporlan Bhima ke Polda Meteo Jaya dengan Nomor lappran :TBL/35/1/2018/PMT/Dit Reskrimum, tanggal 03 Januari 2018. Bhima berharap dengan dilaporkan nya pelaku ke pihak kepolisian Polda metro jaya agar pelaku cepat ditangkap dan di proses sesuai dengan hukum yang berlaku dan menjadi pelajaran untuk pelaku sehingga tidak mengulangi aksi kejahatannya dikemudian hari.

“Saya berharap demgan laporan ini, pihak kepolisian Polda metro jaya dapat segera ditangkap dan diproses pelaku  sesuai dengan hukum yang berlaku dan dapat menjadi pelajaran bagi pelaku sehingga tidak mengulangi nya lagi,” tutupnya.

Dari informasi yang dihimpun pelaku ditenggarai  berasal dari Muara  Enim dan terakhir keberadaannya di ketahui berada di kota Prabumulih.