Detak-Palembang.com PALEMBANG – Walaupun sudah banyak warga Kota Palembang ditangkap akibat membawa senjata tajam (Sajam) yang diberitakan oleh media, baik media cetak, elektronik maupun online, ternyata masih tetap ada saja warga lainnya yang menyusul. Hamdan (25) dan Hengki (22) diringkus polisi saat melintas dikawasan Jalan KH Wahid Hasyim Kelurahan 3-4 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) I, Sabtu (25/3) malam.

Kedua sahabat baik ini ditangkap karena saat digeledah, polisi mendapatkan sebilah golok dan sebilah badik yang diselipkan dipinggang masing-masing.

Tak jauh beda dengan jawaban tersangka lainnya, alasan kedua pemuda ini untuk jaga diri dan jaga-jaga. Apapun alasannya, buruh bangunan ini tetap dimasukkan dalam penjara untuk mempertanggung jawabkan ulahnya.

“Dikasih kawan pak, buat jaga-jaga, bukan buat kejahatan,” kata Hamdan, yang merupakan warga Jalan KH Azhari Lorong Keramat Kelurahan 5 Ulu, Kecamatan SU I ini ketika ditanya awak media, Senin (27/3) pagi.

Namun Hengki ketika ditanya tidak banyak bicara. Tetangga Hamdan ini mengaku bawa sajam hanya buat jaga diri. “Saya menyesal pak,” aku Hengki.

Sementara itu, Kapolsek SU I, Kompol M Khalid Zulkarnain mengatakan, keduanya sempat berbalik arah ketika ada petugas yang melakukan razia, namun anggotanya yang sudah sigap berhasil mengamankan keduanya.

“Waktu kita geledah ternyata dibalik pinggang masing-masing mereka kita dapatkan golok dan badik. Tersangka mengakui barang tersebut miliknya. Tersangka akan kita kenakan Undang-Undang Darurat No 12 tahun 1951 dengan ancaman 12 tahun penjara,” tegas Khalid.