Detak-Palembang.com PALEMBANG – 160 peserta terdiri Kepolisian, Jaksa, POM TNI, auditor BPK, auditor BPKP, dan dari KPK mengikuti Pelatihan Bersama Peningkatan Kapasitas Penegak Hukum Dalam Penanganan Tindak Pidana Korupsi Wilayah Hukum Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) yang akan berlangsung dari 6 sampai 10 Nopember 2017 di Hotel Novotel, Senin (06/11).

Ketua KPK-RI, Agus Rahardjo saat membuka pelatihan mengatakan, bahwa pelatihan untuk meningkatkan kemapuan penyidikan, penyelidikan, tindakan pidana korupsi.

“Selain untuk meningkatkan kemampuan pelatihan juga sebagai upaya pencegahan. Pelatihan juga untuk menyelematkan uang negara dari tindak pidana korupsi serta pencucian uang dari korupsi dan langkah-langkah menghadapi praperadilan,” jelasnya.

Agus Rahardjo melanjutkan, peserta harus memahami pelatihan ini sebagai upaya memperkecil terjadinya tindak pidana korupsi.

“Pelatihan pencegahan itu harus lebih ditingkatkan dan hasilnya akan terus dievaluasi,” tegasnya.

Ditambahkannya, setelah berakhirnya orde baru indeks korupsi Indonesia terendah di ASEAN. Namun, saat ini  hanya dua negara diatas Indonesia dalam hal indeks,  yakni Negara Singapura dan Negara Malaysia.

“Semakin besar anggaran negara semakin besar juga kemungkinan korupsinya, apalagi saat ini anggaran hingga ke desa sampai Rp1 miliar uang beredar dan itu menjadi tantangan kita,” ucapnya.

Tantangan yang dihadapi disebutkannya, perbaikan sistem me jadi lebih baik, budaya kerja berubah menjadi lebih baik juga perubahan tata kelola.

“Kalau kita bekerja bersama-sama maka penegakan hukum akan menjadi lebih baik. Kedepannya kita harus memperbaiki diri lebih baik dengan harapan Indonesia menjadi negeri yang lebih sejahtera,” harapnya.