simulasiDetak-Palembang.com PALEMBANG – Sebagai garis terdepan, jajaran Korem 044/Gapo menjadi Komando Dansatgas gabungan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutlah) di wilayah Sumatera selatan (Sumsel). Jajaran Korem terus meningkatkan kesiapan dengan melakukan simulasi terpadu di Markas Komando Resor Militer 044/Gapo, Kamis (08/09).

Komandan Korem 044/Gapo, Kolonel Kunto Arief Wibowo mengatakan, TNI secara khusus siap menjalankan tugas yang diemban bersama pihak terkait yang tergabung dalam satuan gabungan penanggulangan Karhutlah Sumsel.

Ia melanjutkan, agar penanggulangan Karhutlah 2016 secara bersamaan maka masing-masing pihak yang terlibat mengikuti simulasi. Simulasi yang diadakan harus diikuti oleh semua pihak seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, unsur Kepolisian dan Pemerintah Daerah setempat.

“Latihan simulasi yang dilakukan hari ini untuk memastikan kesiapan masing-masing dalam mempersiapkan penanggulangan kebakaran lahan mengahadapi musim kemarau yang akan datang,” ujarnya.

Dalam latihan menggunakan maket daerah rawan kebakaran sehingga bisa diketahui secara cepat kekurangan serta upaya memaksimalkan sarana dan prasarana sistem yang ada untuk menjalankan tugas dengan baik.

Selanjutnya untuk meningkatkan komando pengendalian pengawasan, merevisi sistem organisasi,  sistem komunikasi, serta mengembangkan sistem operasi yang tadinya siang menjadi malam.

“Dalam simulasi yang dilaksankan ini, kita gunakan daerah sample Kavupaten Muba,Kabupaten OKI, dan Kabupaten Ogan Ilir, karena daerah tersebut memiliki pengalaman yang cukup ekstrim terjadi kebakaran lahan pada tahun lalu,” urainya.

Ditambahkan Kunto, mengharapkan latian semacam ini mampu menyamakan persepsi tugas masing-masing, dan menyempurnakan sistem organisasi hingga tingkat bawah. Sehingga bisa menekan sekecil mungkin terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sumsel. Untuk upaya pemadaman sendiri ia mengatakan, akan dilakukan dari darat, udara serta laut dan sungai.