Detak-Palembang.com PALEMBANG – 7 Anggota DPR-RI dari Komisi V dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi V, Anton Sukartono Suratto melakukan kunjungan kerja untuk memantau progres pembangunan jalan dan jembatan di Sumatera Selatan (Sumsel), Rabu (29/11).

Dikatakan Anton usai mendengar paparan di Kantor Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN), Kunjungan kerja, spesifik Panja Pengelolaan Transportasi Darat dan Preservasi Jalan Nasional Serta Jembatan Bentang Panjang yang berada di Sumatera Selatan (Sumsel).

“Kami akan mengecek sampai dimana jalan dan jembatan, apakah terpelihara dengan baik?.  Dari hasil kunjungan tadi kami dapati ada permasalahan lahan yang masuk lahan milik TNI Angkatan Udara (AU). Tapi kami sudah mendapat laporan sudah ada komunikasi antara PU dan AU,” ungkapnya.

Anton mengatakan, masalah pembebasan lahan memang kerap terjadi dalam oembangunan. Tapi ia mempunyai keyakinan bahwa pembangunan akan terus dilanjutkan sesuai dengan target.

“Kami juga mempertanyakan bagaimana pemeliharaan dan perkembangan pembangunan jembatan. Kami juga mempertanyakan bagaimana membuat jembatan yang aman dan juga pemeliharaan yang maksimal,” tegasnya.

Dari Komisi V menginginkan jembatan ada pemeliharaan yang baik. Sebagus-bagusnya jembatan bila tidak terawat akan mudah rusak. Menjadi tugas dari komisinya untuk mengecek pemeliharaan jembatan yang ada.

“Biaya pemeliharaan jembatan tersedia sebesar Rp20 miliar untuk Sumsel. Namun kita tidak memiliki best practice jumlah sebenarnya untuk pemeliharaan jembatan yang harus dipenuhi,” katanya.

Ia mencontohkan di Batam tersedia anggaran Rp34 miliar. Sumsel seharusnya melihat seperti anggran pemeliharaan di London Bridge atau di Amerika berapa ?, disana tentu akan ada patokan seberapa besar dana yang harus diperisiapkan untuk pemeliharaan.

“Untuk memelihara jembatan masih belum jelas,  Jadi saya berharap ada satuan baku di mana semua tempat sama kondisinya berbeda, sehingga kedepannya jika ada perbaikan akan tertangani dengan baik, tugas kami sebagai fungsi pengawasan adalah untuk hal itu,” jelasnya.

Lebih penting ia menyampaikan bahwa semua jembatan dipelihara untuk mencegah agar tidak cepat rusak. Di Batam ada pemeliharaan agar jembatan tidak tersambar petir.

“Jembatan di Batam beberapa kali tersambar petir sehingga perlu anggaran pemeliharaan untuk itu. Jembatan di sana juga sering digunakan orang untuk bunuh diri jadi perlu di pasangi CCTV sehingga kalau ada orang mau bunuh diri bisa terpantau dan diperingatkan,” tutupnya.