Detak-Palembang.Com PALEMBANG – Sebagai simpati akan musibah bencana alam di Sulawesi Tengah tepatnya di Palu, Sigi dan Donggala Kodam II Sriwijaya, Polda Sumatera Selatan (Sumsel) dan Masyarakat Sumsel mengadakan, Istighosah, Dzikir dan doa bersama di Masjid Agung Palembang, Rabu (10/10).

Istighosah, Dzikir dan doa bersama  dihadiri oleh Pangdam II Sriwijaya, Kapolda Sumsel, Kasdam II Sriwijaya, Wakapolda Sumsel, Ketua DPRD Kota Palembang dan ribuan peserta dari prajurit Kodam II Sriwijaya, Polda Sumsel dan masyarakat Sumsel.

Kegiatan Doa bersama tidak hanya dilakukan oleh umat Muslim di Masjid Agung Palembang saja, tetapi secara serentak juga dilakukan oleh umat Kristen di Gereja, umat Hindu di Pura dan umat Buddha di Vihara dan Klenteng.

Pangdam II Sriwijaya, Mayor Jenderal Irwan dalam sambutan sebelum Istighosah, Dzikir dan doa bersama mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan berserah diri agar terlepas dari musibah bencana dan sebagai kepedulian masyarakat Sumsel.

“Mungkin musibah ini kesalahan kita, maka kita mohon ampun kepada Allah yang maha kuasa, dan untuk korban bencana di Palu, Sigi dan Donggala Husnul Khotimah dan keluarga yang di tinggalkan diberi kesabaran, ketabahan untuk melanjutkan kehidupan selanjutnya untuk bangkit kembali seperti sedia kala,” katanya .

Lanjutnya, pihaknya sudah mengumpulkan bantuan dari masyarakat maupun pemerintah daerah dan donasi-donasi lainnya untuk disampaikan kepada korban bencana kedepan harapannya menjadi lebih baik.

Sementara itu Kapolda Sumsel, Irjen Zulkarnain Adinegara mengatakan, kegiatan ini sungguh mulia yang diinisiasi oleh Pangdam II Sriwijaya. Istighosah, Dzikir dan doa bersama untuk korban yang terkena musibah di NTB dan Sulawesi Tengah.

“Semoga korban yang ditinggal dapat ikhlas dan berlapang dada. Acara ini juga memperkokoh T I – Polri dan Masyarakat Sumsel dalam kehidupan berbangsa dan bernegara walau berbeda-beda tapi tetap satu Indonesia,” tutupnya.