Detak-Palembang.com PALEMBANG-Sriwijaya FC dan Arema FC di tampaknya tengah mengalami bersitegang lantaran beberapa isu bahwa Arema FC di kaitkan dengan oknum mafia yang ingin menyuap Sriwjaya FC. Agar tim berjuluk laskar wong kito ini mengalah saat laga yang akan dilakoninya, Minggu (9/12/18) mendatang di Stadion Kanjuruhan.

Mendengar hal tersebut, Yu Hyun Koo secara tegas membantah tudingan tersebut ia mengatakan ke awak media bahwa memang benar ia pernah dihubungi komplotan mafia bola, yakni persisnya pada setiap laga away seusai melawan Bhayangkara FC.

“Saya juga bingung kenapa jadi begini yang tersebar. Sampai dari pihak manajemen Arema marah, tidak benar itu, tidak ada yang menghubungi saya mengatasnamakan Arema,” kata Yu.

Yu kembali menegaskan bahwa sebelumnya ia mengatakan ke awak media bahwa memang benar pernah dihubungi komplotan mafia bola, yakni persisnya pada setiap laga away seusai melawan Bhayangkara FC.

“Sejak saat ini banyak yang hubungi saya, setiap laga away. Ada yang telepon, sampai WhatsApp. Tapi saya tolak terus, saya langsung lapor Pak Ucok (manajer tim),” kata dia.

Gelandang serang Sriwijaya FC ini ditawari uang Rp400 juta dengan sarat dilakukan pengaturan skor.

“Saya mau diajak ketemu seseorang yang dibilang bos mereka, tapi saya tidak mau. Mereka minta saya atur, siapa saja pemain yang mau dikasih, bisa kiper atau pemain belakang,” kata dia.

Hingga kini, pemain yang sudah merumput di SFC sejak 2015 ini tidak tahu siapa yang menghubunginya itu. Ia menduga, bisa jadi pelaku judi bola atau oknum manajemen klub.

Terkait ini, asisten manajer Sriwijaya FC Ahmad Haris mengatakan isu adanya penyuapan dari Arema ke Yu Hyun Koo itu sama sekali tidak benar.

Menurutnya, Yu tidak pernah menyebut siapa oknum yang mendekatinya, termasuk asal klubnya.

“Saya rasa ini hanya upaya oknum tertentu yang tidak ingin laga Sriwijaya FC melawan Arema berlangsung fair play. Intinya ada pihak yang mau mengambil kesempatan. Ya, mudah saja tidak usah dipedulikan, diabaikan saja dan kedua tim fokus pada persiapan,” kata dia.

Sebelumnya muncul pemberitaan di sejumlah media asal Jakarta dan Malang yang mengatakan bahwa ada upaya penyuapan dari Arema ke pemain SFC.

Konteks penyuapan, pengaturan skor dan mafia bola saat ini menjadi santapan hangat publik menyusul terungkapnya patgulipat perbuatan tak terpuji tersebut oleh oknum PSSI dalam acara Najwa Shihab di Trans7 pada  lalu dengan tajuk “P”Saya juga bingung kenapa jadi begini yang tersebar. Sampai dari pihak manajemen Arema marah, tidak benar itu, tidak ada yang menghubungi saya mengatasnamakan Arema,” kata Yu.