Detak-Palembang.com PALEMBANG – Pendaftaran Bakal Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur biasanya di antar oleh Ketua dan Sekretaris DPD atau DPW Partai pengusung untuk menandatangani dokumen pendaftaran. Namun, pada pendaftaran calon Gubernur pasangan Herman Deru dan Mawardi Yahya, salah satu partai pengusung yakni Partai Hanura tidak dihadiri oleh Ketua dan Sekretaris DPD Hanura.

Untuk mempelancar pendaftaran pasangan Herman Deru dan Mawardi Yahya, pendaftaran pasangan calon dari Partai Hanura diambil alih oleh DPP Partai Hanura.

Fauzi H Amro, Korwil Sumsel-Babel DPP Partai Hanura Fauzi mengatakan, pengambil alihan Berdasar PKPU No 3 tahun 2017 pasal 39 ayat 1-3 bahwa dalam proses Pilkada Gubernur, Bupati, Walikota se-Indonesia dapat diambil alih oleh DPP.

“Pengambilalihan ini untuk pendaftaran bakal calon pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur.

Mularis tidak dapat hadir karena dalam perjalanan dari Jakarta dan baru selesai mengurus di Partai Golkar jam 15 tadi,” jelas Fauzi usai mendampingi Herman Deru mendaftar di KPU Sumsel Jalan Pangeran Ratu, Selasa (09/01).

Ia menyatakan, pihaknya merasa tidak enak dengan partai pengusung lain yang sudah siap dengan undangan yang susah tersebar. Maka pihaknya dari DPP mengambil alih pendaftaran.

“Bukan karena ada pembangkangan dari Mularis, tidak ada masalah dalam partai Hanura. Untuk Pilkada Kota Palembang kita tetap mendukung Mularis menjadi calon walikota, karena beliau adalah kader kita,” katanya.

Sementara itu Herman Deru enggan menanggapi ketidak hadiran Ketua dan Sekretaris DPD Partai Hanura Sumsel. Baginya sudah cukup senang dengan diterimanya pendaftaran.

“Saya tidak mempunyai kompetensi mengomentari internal partai. Yang pasti saya sudah diusung sesuai dengan aturan Undang-Undang 10 tahun 2016 tentang pemilukada dan juga PKPU No 3 tahun 2017,” ungkapnya.

Deru berharap seluruh kader partai pengusung dapat  bekerjasama, sama-sama bekerja, berfikir yang sama, sama-sama berfikir untuk menang dan untuk lebih maju bersama.