Detak-Palembang.com OKU Selatan -Diduga karena kesal selalu ditantang dan diganggu, seorang  siswa sebuah SMP di Kabupaten OKU Selatan berinisial D (14) menusuk kawannya sendiri Haris (14) hingga tewas, Senin (27/11) siang.

Haris diperkirakan menghembuskan nafas terakhirnya di TKP yaitu di jalan poros Desa Pulau Panggung Kecamatan Kisam Tinggi Kabupaten OKU Selatan yang lokasinya tidak jauh dari sekolah tersangka dan korban.

Kapolres OKU Selatan AKBP Ahmad Pardomuan melalui Kasat Reskrim AKP Rivow Lapu yang didampingi Kanit Pidum Polsek Kisam Tinggi Aiptu Ridwan mengungkapkan, peristiwa berdarah itu berawal sejak keduanya pulang dari sekolah yang sama, mereka pulang dengan masing-masing mengendarai sepeda motor.

Tersangka D yang sudah sering ditantang-tantang bahkan sering disenggol badannya apabila berdekatan dengan korban, kepada penyidik mengaku pada hari itu dirinya merasa akan ditantang lagi.

Usai pelajaran sekolah dan berangkat untuk pulang, tersangka yang mengendarai sepeda motor ternyata dibuntuti oleh korban.

Korban mendahului tersangka, kemudian mengurangi kecepatan, setelah tersangka mendahului, ternyata korban ganti mendahului lagi, dan kejadian itu sampai berulang.

Akhirnya tersangka disalip lagi dan korban berhenti, tersangka juga berhenti dan mengambil pisau yang ia simpan dibawah jok kemudian diselipkan dipinggang.

Tanpa diketahui siapa yang mengawali, kemudian terjadi perkelahian satu lawan satu yang disaksikan oleh beberapa orang teman mereka.

Pada suatu kesempatan, tersangka berhasil menyarangkan pisaunya ke punggung korban, korban sempat berlari namun akhirnya terjatuh karena menabrak motor yang sedang diparkir.

Melihat korbannya terjatuh, tersangka kembali menghujamkan pisaunya sekali lagi, begitu melihat korban sudah tak berdaya, tersangka langsung melarikan diri dengan meninggalkan sepeda motornya.

Ia kemudian pulang ke rumahnya, setelah berganti baju dan menyimpan pisaunya di lemari ia pergi untuk bersembunyi di rumah keluarganya.

Tersangka menyatakan bahwa pisau itu tidak sengaja terbawa dibawah jok motor, pasalnya ia mengaku sehari sebelumnya yaitu  hari Minggu, (26/11), dirinya dari beraktivitas di kebun.

Melihat korban tidak berdaya, kawan-kawan korban meminta pertolongan kepada warga untuk menolong korban.

Karena korban didapati sudah meninggal diduga akibat kehilangan banyak darah, akhirnya warga membawa jenazah korban ke rumahnya di Desa Siring Agung yang masih masuk wilayah Kecamatan Kisam Tinggi.

Mendapatkan laporan kejadian itu, Polsek Kisam Tinggi langsung berkoordinasi dengan Satreskrim Polres OKU Selatan untuk mengamankan tersangka.

Tanpa perlawanan, akhirya tersangka berhasil ditangkap dan segera diamankan ke Polres OKU Selatan tanpa singgah dulu di Polsek Kisam Tinggi untuk menghindari aksi balasan dari keluarga korban.

“Saat ini tersangka sudah kami amankan, untuk selanjutnya dilakukan proses penyidikan lebih lanjut guna mendalami motiv utamanya,” terang Rivow.

Mengingat tersangka masih dibawah umur, kasat yang adalah alumni AKPOL Semarang itu kepada wartawan memohon agar tersangka tidak diambil fotonya.

Selanjutnya tersangka akan dikenakan pasal 76 C jo Pasal 80 ayat 3 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 15 tahun.