Detak-Palembang.com BANDAR LAMPUNG – Bandar Lampung , Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Mulyono berserta rombongan mengunjungi Batalyon 143/Tri Wira Ekajaya dan memberikan pengarahan kepada 2000 Prajurit Gabungan Batalyon 143/TWEJ dan Babinsa Jajaran Korem 043/Gatam di Lapangan Mayonif 143/TWEJ candimas natar Lampung Selatan pada Jumat 16 Juni 2017.

Kunjungan Kasad ke Batalyon ini dalam rangkaian kegiatan Safari ramadhan di Wilayah Korem 043/Gatam. Selesai Sholat Jumat bersama Prajurit, Kasad memberikan pengarahan  tentang terkait kebersamaan Prajurit dan rakyat.  menurut Kasad, hak tersebut kewajiban bagi TNI,  sebab kemanunggalan TNI bersama Rakyat merupakan semboyan TNI.

”Kita Ini lahir dari rakyat, untuk itu kita berjuang untuk rakyat dan jangan sekali-kali kita menyakiti hati rakyat ,” ujarnya di depan Prajurit.

”Saya akan bertindak tegas apabila ada prajurit yang semena-mena kepada rakyat ” Lanjutnya.

Kasad juga memberikan ucapan terima kasih dan penghargaan setingi-tingginya kepada para Babinsa, rakyat sekarang lebih percaya kepada TNI dikarenakan kerja keras para Babinsa.

”sekarang lebih dari 24 kementrian siap bekerjasama dengan TNI karena kepercayaan akan tugas dan tanggungjawab Babinsa selama ini di tengah- tengah rakyat” Lanjut   Jenderal  Mulyono.

Seusai memberikan pengarahan dilanjutkan menanam pohon di lapangan Yonif 143/Twej, di dampingi Asop Kasad Mayjen TNI Sudirman SH, Pangdam II/Sriwijaya Mayjend TNI AM. Putranto S.Sos, para asisten Kasad, Danrem 043/Gatam Kolonel Inf Hadi Basuki, S.Sos, M.M, serta para Danrem  dan Kasatbalak Jajaran Kodam II/Sriwijaya.

Prajurit TNI Angkatan Darat siap membantu kepolisian dalam mengamankan arus mudik dan balik Lebaran tahun 2017. Hal ini disampaikan Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Mulyono usai pengarahan prajurit dan ASN Korem 043 Gatam di Mayonif 143 Tri Wira Eka Jaya, Jumat, 17 Juni 2017.

“Setiap tahun memang kita pasti membantu pihak kepolisian dalam pengamanan arus mudik dan balik,” ucapnya.

Saat ini, kata dia, belum ada permintaan untuk meminta bantuan personel. “Belum ada permintaan. Kita pasti siapkan anggota. Nanti kalau diminta kita siap untuk membantu,” terangnya.  Kalau konteks pengamanan mudik, lanjut dia, kan kepolisian tapi setiap komando kewilayahan Angkatan Darat disiapkan. “Seperti koramil, kodim jajaran disiapkan untuk posko istirahat. Tergantung polisi (untuk personel), biasanya itu diwadahi dalam level Korem dalam pengamanan,” ujarnya.

Jenderal Bintang Empat ini juga akan meningkatkan pengamanan teritorial dalam perkembangan radikalisme di Indonesia. “Kita tingkatkan dari pengamanan. Semua tempat kita waspadai. Sementara terdapat enam titik yang dideteksi kemungkinan ISIS di Indonesia,” jelasnya.

Mantan Danyonif 143 TWEJ ini menuturkan peran intelijen juga ditingkatkan dalam menanggulangi masalah ISIS. “Kita juga deteksi dini dengan komando kewilayahan kita agar tidak terjadi perkembangan gerakan radikalisme dan terorisme di Indonesia,” tuturnya.

Mulyono menambahkan artinya TNI AD harus mampu mendeteksi dengan adanya babinsa, kepala desa, dan pamong setempat untuk menangkalnya. “Penerapan 1×24 jam harus lapor juga membuat pencegahan adanya gerakan radikal dan teroris,” tutupnya.