Detak-Palembang.Com PALEMBANG – Kebakatan hutan dan lahan (Karhutla) beberapa hari yang lalu menjadi perhatian serius dari Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Republik Indonesia (BNPB-RI), Willem Rampangilei. Willem berkunjung langsung ke lokasi kebakaran lahan untuk memverifikasi situasi.

Willem mengatakan, kebakaran beberapa hari lalu situasinya sudah bisa diatasi, api sudah dapat dipadamkan. Namun, karena karhutla terjadinya di lahan gambut, Willem ingin memastikan bahwa tidak ada api lagi di bawah permukaan gambut.

“Luasnya sedang kita hitung, termasuk lokasinya, statusnya bagaimana, siapa yang memiliki akan kita tindak lanjuti. Menurut informasi pemda disini, lokasinya berada di pinggiran lahan usaha perkebunan, namun persisnya sedang diverifikasi berikan saya waktu satu hari untuk verifikasi,” jelas Willem di Kantor BPBD Sumsel, Jumat (20/07).

Untuk menjamin kejadian seperti itu tidak terulang kembali, Wilem mengadakan rapat koordinasi agar bagaimana pihaknya lebih mengintensifkan lagi sosialisasi, patroli, pemadaman awal, pemantauan hot spot dan sebagainya.

“Jadi tindakan pencegahan kita utamakan. Sesuai instruksi presiden, sehubungan kita akan mengadakan hajatan besar berskala internasional, apalagi ini di bulan Agustus sebagaimana prediksi dari BMKG puncak kemarau adalah pada bulan Agustus,” tegasnya.

“Untuk itu mulai bulan Juli ini, akan kita antisipasi dengan siaga mulai bulan Juli, Agustus sampai September. Peralatan seperti helikopter sudah disiagakan. Untuk helikopter saat ini ada 6, yang operasi ada 3 lalu untuk minggu pertama bulan Agustus kita tambah menjadi 10 helikopter untuk menjamin bila terjadi kebakaran mampu melaksanakan pemadaman awal. Semua helikopter itu semua dari dalam negeri tidak ada bantuan dari luar negeri,” urainya.

Agar kebakaran hutan tidak terjadi maka langkah yang BNPB lakukan adalah memperketat patroli, melakukan pemadaman dini, untuk lahan yang sudah terbakar Willem meminta harus yakin sudah padam sampai di bawah permukaan.