seminarDetak-Palembang.com PALEMBANG – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) mendukung pengembangan infrastruktur di kawasan metropolitan baru Palembang Raya yang terpilih menjadi tuan rumah event olahraga Asian Games 2018.

Kepala BPIW Kementerian PUPR, Rido Matari Ichwan mengatakan, salah satu bentuk dukungan yang dilakukan BPIW yakni dengan melakukan perencanaan pengembangan infrastruktur PUPR terpadu di kawasan metropolitan baru tersebut.

Untuk melakukan perencanaan pengembangan infrastruktur PUPR terpadu, BPIW mejaring aspirasi, menyerap rekomendasi kajian, studi dan mengalokasi masukan dari praktisi dan akademisi perencanaan perkotaan, salah satunya dengan menggelar seminar rencana pengembangan metropolitan baru Palembang Raya, di Aula Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya, Selasa (15/11).

Menurutnya, perencanaan pengembangan kawasan perkotaan merupakan bagian dari tugas BPIW untuk mendukung pembangunan yang terpadu, efektif dan efesiens. Untuk itu BPIW akan membuat masterplan dan development plan pengembangan Metropolitan Baru Palembang Raya yang dilengkapi dengan program pembangunan infrastruktur sebagai acuan dalam.implementasi pembangunan infrastruktur PUPR.

Rido juga mengatakan, kawasan metropolitan baru Palembang Raya merupakan pusat pertumbuhan yang berada di luar pulau Jawa dan merupakan salah satu wilayah pengembangan strategis (WPS) Merak-Bakauheni-Bandar Lampung-Palembang Tanjung Api-Api.

Adapun pengembangan untuk kawasan metropolitan baru Palembang Raya mencakup kota Palembang, kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), .kabupaten Ogan Ilir (OI),  dan kabupaten Banyuasin.

Sementara, Staf Ahli Bidang Pembangunan setda Sumsel, Ucok Hidayat mengatakan kegiatan seminar ini merupakan kegiatan yang sangat bagus, apalagi Sumsel akan menjadi tuan rumah Asian Games 2018.

“Kita tidak bisa memungkiri bahwa kita akan mengahadapi perubahan yang signifikan terhadap perkembangan kota Palembang, dengan adanya Asian Games dimana perkembangan infrastruktur juga sedang digiatkan,” ungkapnya.

Dijelaskan Ucok, Palembang akan menjadi kota metropolitan yang merupakan  pusat percontohan dari kabupaten kota lainnya.

Oleh karena itu, lanjutnya,  dengan adanya seminar tersebut  para Akademisi juga turut andil dalam memikirkan perkembangan pembangunan di kota Palembang.

“Kita tidak bisa hanya bicara mengenai kota  Palembang sendiri tetapi juga kota disekelilingnya, dan hal ini butuh dukungan dari semua pihak untuk mendukung bukan cuma dari pemerintah saja tetapi juga dari Akdemisi dan Praktisi,” harapnya.