Detak-Palembang.com MUARADUA -Tingginya animo umat Islam untuk melaksanakan ibadah haji ternyata menjadi pemicu biro perjalanan haji dan umroh untuk mempromosikan program-programnya, termasuk ada juga yang menawarkan janji bisa melaksanakan pemberangkatan untuk ibadah haji dengan waktu lebih cepat.

Menyikapi fenomena itu Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten OKU Selatan H. Abdul Haris Putra melalui Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah  Dapik Purnayuda, S.Pd.I mengingatkan, agar masyarakat jangan pernah tergiur dengan janji untuk berangkat haji lebih cepat.

“Karena hal itu sangat tidak mungkin, (untuk -red)  melompati banyak antrian” tegas Dapik, Kamis (07/12) kemarin.

“Adalah sebuah kebohongan jika ada yang menjanjikan berangkat haji lebih cepat baik secara reguler maupun haji plus,” sambung dia menjelaskan.

Lebih lanjut mantan Kepala KUA ini menyebutkan, banyaknya masyarakat yang mendaftar haji, membuat daftar tunggu untuk pemberangkatan semakin panjang.

Jika mendaftar sekarang, maka calon jamaah haji baru bisa diberangkatkan ke tanah haram pada tahun 2033 atau 16 tahun mendatang.

Semakin tingginya minat masyarakat untuk beribadah haji, tidak sebanding dengan kuota pemberangkatan setiap tahunnya. Akibatnya, bagi masyarakat yang mendaftar haji sekarang, baru bisa diberangkat untuk beribadah haji belasan tahun kemudian.