Detak-Palembang.com KAYUAGUNG – Minimnya jumlah tenaga guru di pelosok daerah sudah sering didengar. Bahkan, karena saking kurangnya seorang guru harus merangkap jabatan dan pekerjaan yang diembannya. Seperti yang terjadi di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 10 Mesuji Makmur Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Provinsi Sumatera Selatan. Sekolah ini sejak berdiri tahun 2010 hingga saat ini baru memiliki tenaga guru PNS satu orang dan itupun tenaganya merangkap posisi jabatan sebagai Plt Kepala Sekolah SMPN 10 Mesuji Makmur.

“Memang kita akui SMPN 10 Mesuji Makmur ini dari 11 tenaga pengajar dan 2 orang sebagai staf Tata Usaha (TU) kesemuanya masih berstatus honor, dan ke 11 guru tenaga honor tersebut kesemuanya jebolan S1 serta 2 staf TU satu tamatan SMA, satu Lulusan S1,” ujar Plt Kepalah SMPN 10 Mesuji Makmur Subroto SPd kepada, Kamis (7/12) seperti dikutip oganpost.com

Dari 13 pegawai guru dan staf tata usah, hanya Plt kepala sekolah yang berstatus pegawai negeri sipil.

“Saya sendiri yang berstatus PNS ditugaskan dinas pendidikan Kabupaten OKI sebagai kepala sekolah berstatus diperbantukan,” ujarnya lagi.

Diakui dia, sebagai kepala sekolah yang diperbantukan tugas pokok dirinya merupakan tenaga pengajar di SMPN 6 Kayuagung, ”Ya saya hanya di perbantukan disana, untuk saat ini saya masih berstatus sebagai tenaga pengajar di SMPN 6 Kayuagung, tentunya nanti kalau kedepan sudah ada Kepsek yang defenitif secara kedinasan akan tetap fokus mengajar di SMPN 6 Kayuagung,” ucapnya.

“Harapan saya kedepan kepada pemerintah agar kiranya dapat menugaskan tenaga pengajar yang berstatus PNS, karena dana yang diterima oleh SMPN 10 Mesuji Makmur sesuai jumlah siswa siswi yang ada saat ini untuk bayar guru honor saja agak keteteran ditambah lagi biaya operasional sekolah, ya inilah faktanya,” terangnya.

Terkait hal tersebut Kepala Bidang (Kabid) SMP Dinas Pendidikan Kabupaten OKI Dedi Rusdianto SPd MSi saat dimintai penjelasan diruang kerjanya membenarkan hal kekurangan guru PNS disekoah tersebut.

”Kita akui memang guru PNS di SMPN 10 Mesuji ini minim bahkan katakanlah tidak ada, permasalahan ini terjadi bukan hanya di SMPN 10 Mesuji Makmur saja namun di hampir semua sekolah baik SD, SMP, SMA bahkan SMK dan ini bukan permasalahan daerah melainkan sudah menjadi permasalahan nasional,” tutur Dedi.

Sambung dia, mengenai status kepala SPMN 10 Mesuji Makmur memang sebagai kepsek yang diperbantukan karena kepala sekolah sebelumnya mengundurkan diri dengan alasan tidak mampu dan juga dikarenakan istrinya dalam kondisi sakit.

”Untuk menetapkan siapa nanti yang menjabat kepala SMPN 10 Mesuji Makmur defenitip kita masih menunggu perintah dan keputusan atasan, dalam hal ini tentunya butuh proses, ya kita tunggu saja kebijakan dari atas,” urai Dedi.

“Polemik kurang guru PNS di OKI ini tentu akan berlarut-larut masalahnya di tahun 2017 ini dan juga tahun 2018 mendatang banyak guru yang masuk masah pensiun artinya guru PNS di OKI akan semakin berkurang sedangkan kuota pengangkatan guru PNS dari pusat belum ada kejelasan yang pasti, kita tunggu saja kebijakan dari pusat,” ungkap Dedi.