Detak – Palembang.com – Lahat, Kepala Kejaksaan Negeri Lahat Ibu Nila Wati SH., MH., akan segera mengembangkan Kasus Dugaan Korupsi Dana Desa (DD). Ada Dua Desa yang masuk dalam Tahap Penyidikan yakni Desa Keban Agung, Kecamatan Mulak Sebingkai, Lahat dan Desa Tanjung Baru, Kecamatan Tanjung Tebat Lahat. Hal itu ditegaskannya dalam Konferensi Pers bersama Awak Media, Pada Hari Rabu, (12/10/22), di Aula Kajari Lahat.

Dijelaskan nya, untuk Desa Keban Agung ditemukan Unsur Dugaan Korupsi Dana Desa sebesar Rp 800 Juta pada Tahun 2019 lalu dan Desa Tanjung Baru Tahun Anggaran 2018 yang juga ditemukan Kerugian Negara mencapai Ratusan Juta.

“ Kita sudah menggeledah Dinas BPMdes dan Kantor Ke – 2 Desa itu. Dan menyita Sejumlah Dokumen – dokumen yang berkaitan dengan Proses Pencairan Dana Desa ,” ujar Kejari Lahat Nila Wati SH., MH. Kamis(12/10).

Lebih jauh disampaikan Nila Wati SH., MH., Pihaknya akan mengembangkan Penyidikan ke Dinas – dinas terkait, yang tentunya kepada Oknum – oknum yang sudah mencairkan Dana Desa pada Tahun itu.

” Pencairan 100 Persen namun Pekerjaan tidak ada. Kita kembangkan tidak hanya kepada Mantan – mantan Kades itu, namun juga Oknum – oknum lainnya yang terlibat menandatangani Proses Pencairannya ,” tambahnya.

Dalam Konferensi Pers tersebut Nila Wati SH., MH., didampingi Kasi Intel Faisyal SH., MH., dan Kasi Pidsus Kajari Lahat, Raden Timur Ibnu Rudianto, SH., MH.

Laporan : Anas