Detak-Palembang.com PALEMBANG – Bangunan Bekas Gudang Beras PNS milik pemerintah provinsi yang lama tak terpakai kini disulap menjadi Rumah Makam Kedai Pak Cimam. Bangunan yang berlokasi di Jalan Bay Salim ini mengusung Kuliner Tradisionil yang Go Internasional, masakan Khas Minang dengan Gaya Prasmanan dikombinasi dengan masakan dari Thailand dan Malaysia.

Hal ini disampaikan oleh owner kedai Pak Ciman, Hj Erwin Disman, setelah selesai acara peresmian Kedai Pak Ciman di Jalan Bay Salim Kawasan Sekip Rambang, Kecamatan Kemuning, Kota Palembang, Kamis (25/5).

“Dalam satu atau dua hari kedepan kita akan mendatangkan chief dari Thailand dan Malaysia untuk mengusung di Kota Palembang dengan makanan dari negara mereka,” ungkap Erwin.

Ia melanjutkan, konsep yang ditawarkan oleh Kedai Pak Ciman adalah, Outentik tradisional dan internasional food, dengan menu yang diunggulkan nasi Kapau. Sementara menu andalan masakan Thailand yakni Tomyam, chicken raise dan shop.

“Kita mengikuti permintaan pasar dan kita kombinasikan tase-nya dengan masakan Thailand dan rasanya juga ternyata nyambung dengan makanan Palembang yang rasa pindangnya pedas dan manis. Jadi kita mencoba masakan-masakan yang tidak umum,” imbuhnya.

Erwin menjelaskan, Kedai Pak Ciman ada 47 menu terdiri dari,  ayam rendang, bebek goreng, gulai usus dan ikan asam pade. Mengenai harga tidak terlalu tinggi, mulai dari Rp 15 ribu sampai Rp 40 ribu, jam beroparasi ada tiga seasen, seperti sarapan pagi dari pukul 06.00 WIB sampai pukul 10,00 WIB,  dilanjutkan dengan menu nasi Kapau sampai jam makan siang dan menu internasional pada siang hari dari Pukul 14,00 WIB sampai tutup pada malam hari.

Untuk bulan puasa kedai Pak Ciman tetap buka hanya saja menyesuaikan dengan kondisi dan aturan yang ada, buka dari Pukul 14.00 WIB sampai sahur.

“Kedai Pak Ciman sudah membuka yang keempat, pertama berada di Angkatan 66, pasar 16 tepatnya di tenda kuliner, ke tiga di Pujasera Veteran serta yang keempat disini Jalan Bay Salim dan Insya Allah yang kelima habis lebaran akan kembali buka di depan PT Pusri,” jelasnya.

Sementara, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang, Haerobin Mustofa mengatakan, Pemerintah kota hanya memfasilitasi karena ini murni dari Koperasi dan Pemerintah Provinsi. Namun pihaknya mengapreasi dengan adanya kedai-kedai tersebut.

“ini dulunya gudang beras untuk PNS, sekarang dimanfaatkan untuk hal yang produktif. Pemkot sangat mendukung usaha-usaha yang kreatif seperti ini,” ujar Harobin Mustafa.

Ia melanjutkan, Kota Palembang memang perlu tempat makan dan kuliner yang harus disiapkan agar banyak pilihan untuk masyarakat yang ingin memilih rasa yang bervarian.

“Kita sarankan mendirikan menu dan makanan dengan ciri khas masing-masing sehingga pada saat ingin membeli makanan yang diinginkan bisa ingat adanya di tempat yang mana,” tandasnya.