Detak-Palembang.com PALEMBANG – Hari kedua pelaksanaan kegiatan “characcter building” atlet Sriwijaya 2020 Program pembinaan KONI Sumsel yang berlangsung di Tanjung Pesona, Bangka Belitung, seluruh atlet langsung digeber dengan materi pembentukan karekter dalam mempersiapkan mental untuk menjalani komtetisi.

Materi tersebut disampaikan langsung oleh psikolog olahraga Satlak Prima Kemenpora asal Jawa Timur, Rachman Widohardjono, M.Psi, Pisokolog, di hall Cendrawasih hotel Tanjung Pesona, Babel.

Pada saat penyampaian materi, coach Rahman sapaan akrabnya langsung memberikan peragaan ilustrasi dalam hal membangkitkan semangat bagi para atlet. Menurutnya, dalam pembentukan karakter harus dimulai dari keyakinan, dalam hal ini keyakinan yang seimbang dengan karakter gerakan.

“Jadi tidak hanya keyanikan saja, namun gerakan juga harus seimbang sebagai bentuk ekpresi luapan emosi dalam membangkitkan semangat untuk menjalani kompetisi.  Jika kita hanya merasa yakin saja, saat meneriakan suara penyemangat tanpa didukung ekspresi gerakan, hal itu justru tampak tidak maksimal,”demikian dijelaskannya sembari memperagakannya langsung.

Menurut Rachman, untuk menghadapi kompetisi, bagi atlet tidak hanya dengan gerakan-gerakan saja, tapi ada hal yang lebih dari itu yakni latihan yang dilakukan terus menerus, kemudian situasi yang dilihat seperti apa untuk mempengaruhi keyakinan kita, kemudian percaya diri tentang kemampuan yang ada.

“Ada tiga fase periodesasi coaching dalam mempersiapkan kompetisi, fase pertama persiapan umum, fase dua persiapan khusus dan fase tiga kompetisi. Fase pertama adalah komunikasi interpersonal, penetapan tujuan motivasi dan daya juang sikap positif. Sementara persiapan khusus adalah mental imagery self talk dan terakhir kompetisi merupakan fase dimana harus konsesntrasi, manajemen emosi dan manajemen stres,”ujarnya.

Ditambahkannya lagi, para atlet harus bisa menerapkan hal  tersebut untuk seterusnya mulai dari persiapan hingga kompetisi.

“Setiap orang punya cara yang berbeda-beda dalam mengekpresikn sesuatu yang menurutnya menarik, namun pembentukan karakter dalam mempersiapkan diri harus dengan keyakinan karena dimanapun kita berada harus bisa memilih apa yang paling terbaik untuk kita,”tukasnya.

Sementara itu, di sasion selanjutnya para atlet juga diberikan pembekalan dalam  hal mengekspresikan diri dan prestasi melalui jalur media masa. Materi tersebut disampaikan langsung oleh pemimpin redaksi koran tribun Sumsel yang juga mantan wartawan olahraga nasional Lucia Weny Ramdiastuti dengan judul “jadi atlet zaman now”.

Dalam penyampainnya, Wenny yang juga istri dari Kadispora Sumsel A Yusuf Wibowo ini memberikan insfirasi bagi aparat atlet dalam mencapai puncak karir emas. Menurutnya, atlet dan jurnalis olahraga memiliki ketergantungan yang sama dalam mengambangkan karirnya.

“Bagi atlet, peran media sangatlah penting dalam mempromosikannya, namun banyak juga atlet yang justru merasa minder dan tidak memiliki basic dalam menghadapi media. Disini saya ingin sampaikan bahwa hal-hal apa saja yang harus dipersiapkan dan dilakukan atlet  dalam menghadapi jurnalis olahraga,” jelasnya.

Ditambahkannya lagi, bagi atlet zaman now peran media termasuk media sosial menjadi hal penting yang justru membuat insfirasi dan motivasi bagi atlet yang lainnya.

“Banyak nilai-nilai penting yang bisa diambil dari perkembangan teknologi secara positif, atlet harus berani menampilkan identitasnya sebagai seorang atlet di media termasuk media sosial. Kalian harus membuat panggung sendiri dan tampil sebagai seorang bintang,”jelas jurnalis olahraga senior ini.

Sementara di sesion lainnya dilanjutkan dengan pembekalan dari kepada atlet sriwijaya 2020 dari dosen unsri yang juga pengurus KONI Sumsel Iyakrus,  Meirizal serta Syamsuramel selaku wakil ketua Binpres KONI Sumsel.