Detak-Palembang.com JAKARTA – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto “mengerjai” tiga perwira bintang empat diantaranya adalah Kapolri (pol) Jenderal Tito Karnavian, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Mulyono dan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Ade Supandi.

Sebenarnya mereka akan diberi tanda penerbangan kehormatan, namun mereka harus menerima kejutan dan tantangan yang diberikan Panglima. Dengan begitu, Kapolri, KSAD dan KSAU bisa merasakan sensasi menjadi penerbang TNI AU

Mereka mengenakan pakaian yang sama, yakni seragam penerbang TNI Angkatan Udara. Kacamata hitam menambah kesan gagah dan keren dari keempatnya.

Kameraman dan fotografer berebutan mengabadikan momen kebersamaan mereka. Setelah sesi foto bersama usai,

Momen kebersamaan itu diabadikan sekelompok wartawan dan selanjutnya keempat masing-masing menuju pesawat Sukhoi SU-30 yang sudah disiapkan didatangkan dari Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.

Selama 30 menit, keempat Sukhoi itu melakukan manuver dengan membentuk sejumlah formasi.

“Saya yakin Kapolri, KSAD dan KSAL merasakan sensasi terbang dengan Sukhoi,” kata Panglima.

Menurut Hadi, sensasi yang paling menegangkan justru terjadi saat proses pesawat akan mendarat. Sebab, proses pendaratan keempat pesawat milik TNI AU itu dengan menggunakan drag chute — merupakan salah satu komponen yang ada di pesawat-pesawat tempur, berbentuk payung, dan terletak di ekor pesawat. Fungsinya untuk menurunkan laju pesawat sesudah mendarat.

“Saya yakin beliau bertiga tidak expect kalau ngerem-nya pesawat menggunakan drag chute. Sehingga semuanya saya yakin, bertiga kaget semua,” kata Hadi sambil tertawa.