Detak-Palembang.com PALEMBANG – Memasuki tahapan pendaftaran pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Palembang, Pihak Polres melakukan Safari Kamtibmas ke Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat Kota Palembang. Hal ini untuk mensosialisasikan masalah kamtibmas sekaligus kerjasama pencegahan tindak kejahatan selama gelaran Pilkada kota Palembang.

Hal ini disampaikan kapolresta Palembang Kombes Pol Wahyu Bintoro Sik, SH, MH dalam sambutannya di Sekretariat DPC Partai Demokrat Kota Palembang jalan Alamsyah Ratu Prawira Negara Musi II.  Turut mendampingi Kapolresta, Kapolsek Gandus AKP Aidil Fitriansyah SH, Kasat Intel, Kompol Mario Ivanri, SE, Kanit Tipikor Iptu Hamsal, Wakasat Narkoba AKP Sobur, Kasat Binmas Kompol Suparlan.

“Ada dua agenda kami berkunjung ke Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat Kota Palembang ini.Pertama silaturahim, Kedua Rencana kedepan terkait tahapan pilkada serentak pemilihan Gubernur Sumsel dan pemilihan Walikota Palembang,” ujar Wahyu Bintoro, Senin (08/01).

Menurut Kapolresta yang paling krusial dalam pelaksanaan pilkada adalah masalah kamtibmas. Karena itu sebagai leading sektor kamtibmas Polresta Palembang mengajak seluruh stake holder pilkada bekerja sama menjaga kamtibmas.

“Mustahil hasil pilkada terpenuhi jika kamtibmas tidak mendukung. Azas jurdil juga tak akan terwujud jika tidak kondusif. Apalagi dalam waktu dekat akan berlangsung Ivent internasional di Kota Palembang yakni Asian Games ke 18,” imbuhnya.

Ada 4 poin disampaikan Kapolresta Palembang terkait pencegahan tindak kejahatan selama pilkada serentak. Atensin khusus dari mabes polri adalah pencegahan terutama masalah terorisme lanjut Kapolresta.

Tindak kejahatan terorisme menjadi atensi utama  bagi kepolisian. Alhamdulillah natal dan baru berlangsung aman dari tindak kejahatan teroris Ini berkat kerjasama semua lapisan  masyarakat kota Palembang, “ ujarnya.

Yg ke dua atensi khusus dari Kepolisian adalah pencegahan konflik horizontal di masa pilkada serentak.

“Palembang sedang gencar gencarnya pembangunan. Kalo terjadi konflik sangat disayangkan  karena akan rugi baik secara ekonomi ataupun aspek budaya. Alhamdulillah di Palembang toleransi sangat terjaga dengan baik. Tentu ini harus kita jaga bersama jangan sampai terjadi konflik,” lanjut Wahyu Bintoro.

Hal ketiga yang disampaikan kapolreta Palembang, terkait penyelenggaraan pilkada yang harus dihindari adalah sabotase. Baik logistik,  pasangan calon maupun tahapan harus kita amankan.

“Yang ke 4 terkait kejahatan konvensional. Kami akan menjaga selama pilkada, kejahatan jalanan ini harus di tekan. Seperti begal,  jambret,  penodongan dan curas.Alhamdulillah trendnya di 2017 menurun,” imbuhnya.

Kapolresta menjelaskan kepolisian menugaskan 1118 personil untuk pengamanan tahapan pilkada yang terbagi dalam beberapa satgas, Seperti satgas pengawalan melekat,  satgas pencegahan, satgas intel dan satgas penindakan. Ini belum di back up dari jajaran Polda dan TNI. Anggaran kegiatan keamanan ini berasal dari APBD setempat.

Sementara untuk Tempat pemungutan Suara dipetakan dalam tiga kategori. TPS aman,  TPS rawan satu dan  TPS rawan 2. 

“ Untuk hari pemilihan kita tugaskan  polisi 1 orang dibantu 2 orang Linmas di luar ring TPS. Saat ini Kamtib kelurahan mulai di intensifkan,” tambahnya.

Kapolres mengajak seluruh elemen partai bahu membahu mengamankan tahapan pilkada terutama di masah kampanye terbuka. Kapolres juga menyampaikan himbauan untuk menjaga keamanan. Pilkada adalah pesta demokrasi namanya pesta pasti ramai dan gembira tapi harus sesuai aturan.  

Ketua DPC Partai Demokrat Palembang Harnojoyo diwakili ketua Dewan Pembina DPC Partai Demokrat Kota Palembang,  H. Fanani Yahya menyambut baik kunjungan Kapolresta Palembang apalagi ini pertama kali partai Demokrat Kota Palembang dikunjungi kapolresta.

“Kami ucapkan terima kasih atas kunjungan kapolresta, sekaligus menyatakan akan menjaga kamtibmas selama gelaran pilkada. Apalagi Ketua Partai Demokrat menjadi calon Walikota Palembang,” singkatnya.

Hadir dalam silaruahim kamtibmas ini seluruh jajaran pengurus dan anggota dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) Kota Palembang.