Detak-Palembang.Com PALEMBANG – Polda Sumsel telah mengerahkan 200 personilnya untuk membantu penanganan gempa di Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah.

Dikatakan Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara personil yang dikirim sebanyak 200 orang, 196 personil dari Brimob dan 4 orang dari tenaga kesehatan.

“Tugas mereka untuk membantu evakuasi dan pengamanan. Untuk pencegahan jangan sampai ada penjarahan, jangan sampai bantuan dari luar diberhentikan di jalan, menjaga Pump Bensin, kita juga mengamankan logistik yang disalurkan dari berbagai pihak,” ujarnya usai menghadiri HUT TNI di Lapangan Jasdam, KM 9 Palembang, Jumat (05/10).

Personilnya juga akan membantu mencari korban yang belum ditemukan dan mengevakuasi korban. Selain itu menjaga dan membantu pengungsi di tempat-tempat pengungsian.

Sementara untuk kabut asap yang sudah menyelimuti kota Palembang Kapolda Sumsel mengakui memang sudah lama tidak hujan sehingga ada kabut asap yang terjadi di Kota Palembang.

“Saya sudah perintahkan kepada Polres Ogan Komering Ilir (OKI) dan Polres Ogan Ilir (OI) untuk tetap antisipasi. Dalam laporan yang saya terima hanya ada dua titik api, yakni di OI tepatnya di dekat Jalan Tol Palindra dan daerah di OKI, tetapi senyatanya asapnya sudah masuk ke Kota Palembang,” cetusnya.

Diungkapkannya, Pihaknya sudah sekuat-kuatnya, sekeras-kerasnya untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan, tetapi kalau masih terjadi kebakaran pihaknya dengan stakeholder yang ada seperti Manggala Agni, BPBD Kabupaten/Kota untuk memadamkan ap.

“Setiap hari saya monitor, saya cek disamping kami akan menegakkan hukum. Bila terjadi kebakaran lahan untuk dibuat police line dan dicari siapa pemiliknya untuk diproses walaupun belum ditingkatkan pada tingkatkan penyidikan, supaya dampak bahwa pembakar lahan dan hutan benar-benar dilarang berdasar Undang-Undang,” katanya.