Detak-Palembang.Com PALEMBANG – Untuk mewujudkan pesta demokrasi yang sejuk, aman dan damai pada tahun 2019 mendatang,  Polda Sumatera Selatan (Sumsel) bersama Forkopimda Sumsel bersilaturahmi dengan Badan Eksekutif Mahasiswa se-Sumsel di Hotel Aston Palembang, Kamis (18/10).

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengungkapkan bahwa tahun 2018 – 2019 merupakan pesta demokrasi. Oleh karenanya agar terciptanya pemilu yang sejuk, aman dan damai maka masyarakat dapat menyikapi proses yang sedang berlangsung dengan bijaksana

“Kepekaan dan kepedulian semua komponen dan eleman yang ada merupakan unsur yang penting  terselenggaranya demokrasi dalam sebuah pemerintahan. Untuk adik mahasiswa/mahasiswi kami berharap dapat berperan dalam proses demokrasi ini di wilayah masing-masing, dengan ikut menjaga harmonisasi dan menciptakan suasana demokrasi yang sejuk dan damai serta aman dan kondusif,” ajaknya.

Lanjutnya, saat ini politik di tingkat nasional rawan akan gesekan-gesekan pada unsur pendukung maupun aktor politiknya. Ia berharap hal tersebut tidak berpengaruh pada proses demokrasi pada level lokal, khususnya Sumsel.

“Dengan kedewasaan kita semua, terutama mahasiswa dengan memahami semua sehingga sesuatu yang terjadi tidak menimbulkan masalah. Silaturahmi ini dilakukan sebagai ikhtiar kita untuk memperkokoh, memperkuat persatuan,” ujarnya.

Ia meminta agar mahasiswa berperan aktif karena mahasiswa sangat  tumbuh di alam akademis serta memiliki rasionalitas dan logika dapat menyikapi  situasi dan kondisi dengan bijak.

“Polisi bersama dengan TNI bersifat netral dalam pesta demokrasi. Untuk menciptakan demokrasi yang menciptakan politik yang sehat damai dan sejuk harus ada sinergi dan koordinasi  antara Polri, TNI dan stakeholder lainya,” terangnya.

Ia berpesan untuk tidak terpecah belah karena politik. Semua elemen masyarakat harus memperkuat ukhuwah wathoniah diantara semua.

Sementara itu Pangdam II Sriwijaya, Mayjen Irwan menyampaikan, pentingnya silaturahmi dalam menghadapi Pemilu, Pileg dan Pilpres. Ia mengatakan, Pemilu ini sangat khusus karena serentak memilih DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota, dan juga Presidendan Wakil Presiden.

“Sikapi pemilu nanti dengan baik, dengan suasana hati yang damai sehingga menjadi aman. Silakan masyarakat menyalurkan pilihannya sesuai dengan hati nuraninya,” katanya.

Bagi TNI dan Polri sudah ada aturannya untuk tidak menjadi anggota partai politik, tidak boleh berpolitik praktis, juga tidak boleh mencalonkan diri untuk dipilih atau memilih calon anggota legislatif.

“Kalau untuk keluarganya seperti istri dan anaknya diperbolehkan. Tetapi kalau sudah mengundurkan diri sebagai TNI dan Polri baru bisa memilih dan dipilih. Untuk semua elemen masyarakat agar menyikapi informasi di media sosial, harus diverifikasi lagi kebenaran informasi jangan sampai mendapat dan menyebarkan informasi hoax,” tutupnya.