Detak-Palembang.com PALEMBANG – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumatera Selatan (Sumsel) Inspektur Jenderal Zulkarnain Adinegara menyayangkan aksi razia dan penggerebekan di tempat eks-lokalisasi Kampung Baru di Jalan Teratai Putih, Sukarame, Palembang oleh petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumsel hingga menyebabkan Muhammad Akbar Tanjung (17) menjadi korban terkena peluru nyasar.

Kapolda mengatakan, BNN seharusnya memperhitungkan potensi risiko yang akan terjadi apabila melakukan razia atau penggerebekan. Terlebih hal itu dilakukan di lokasi rawan seperti eks-lokalisasi Kampung Baru yang diduga merupakan sarang peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang.

“Saya mengharapkan kegiatan yang bersama begitu diinformasikan ke Polda. Saya sudah konfirmasi dengan Kepala BNN, apa masalahnya kalau di back up Polda Sumsel dengan kekuatan penuh,” ujar Kapolda, Minggu (3/3) seperti dikutip CNN Indonesia.

“Memang itu kan kampung narkoba, mestinya dengan kekuatan penuh, tapi itu hanya beberapa orang Pol PP dan BNN. Jadi kami menyayangkan. Niat BNN bagus dan berapi-api, tapi resiko juga harus dihitung,” ujar dia.

Mengenai dugaan peluru nyasar yang mengenai seorang warga, Zulkarnain mengaku akan melakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Kami belum menyimpulkan apakah peluru yang menembus anak itu dari peluru petugas BNN atau bukan. Namanya kampung narkoba mereka juga pasti punya senpi rakitan, kampung seperti itu tidak mungkin mulus-mulus saja. Nanti harus kita periksa, kalibernya apa, sekarang masih dilakukan penyelidikan,” ujar dia.