Detak-Palembang.Com PALEMBANG – Sebuah pulau tak bernama antara Kabupaten Muara Enim dan Kabupaten Banyuasin, akhirnya diberi nama setelah kedua kabupaten sepakat.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah, Darul Efendi mengatakan, Pulau yang terletak antara Kabupaten Banyuasin dan Kabupaten Muara Enim, terdapat lima desa, dua desa berada di Banyuasin dan tiga desa berada di Muara Enim.

“Pulau ini belum ada namanya, maka kita undang dua kabupaten untuk kita sepakati memberi nama pulai ini. Dari kesepakatan pulau ini diberi nama MEBA atau singkatan
Muara Enim dan Banyuasin,” jelas Darul usai rapat di ruang kerjanya, Jumat (18/05).

Lanjutnya, Daerah ini bukan perbatasan tetapi daerah antara Muara Enim dan Banyuasin. Di pulau MEBA terdapat Desa Sungai Pinang dan Semuntul berada di Wilayah Banyuasin.

“Pulau ini bukan sengketa, tetapi di pulau ini terdapat perbatasan kedua kabupaten. Pulau ini dikelilingi Sungai Musi dan Sungai Meriak,” urainya.

Ditambahkannya, pulau MEBA sudah lama ada bukan baru menjadi pulau, hanya saja menurutnya belum diberi nama. Dengan kesepakatan tadi maka pulau ini sudah diberi nama.

“Pulau ini akan diregister dalam nama-nama rupa bumi  ke Menteri Dalam Negeri melalui kabupaten dan provinsi. Selama ini 5 desa ini secara administrasi masing-masing ke kabupatennya,” tutupnya.