Detak-Palembang.com PALEMBANG – Bisnis sex yang dilakoni Jaman Saari alias Ari (31) akhirnya terhenti setelah dirinya diringkus Subdit III Reknata Ditreskrimum Polda Sumsel. Tersangka diringkus saat mengantarkan pesanan wanita di hotel berbintang yang ada di kawasan Jalan Demang Lebar Daun, Kecamatan IB I Palembang.

Kepada petugas, Ari mengaku menjual para pekerja sex komersial yang ia miliki melalui jejaring sosial media whatsapp (WA). Dirinya sudah menjalani bisnis haram tersebut sudah sejak tahun 2014 silam. “Satu kali kencan seharga Rp1,5 juta. Dari uang itu, saya dapat bagian Rp200 hingga Rp300 ribu,” katanya.

Dirinya menyebutkan, ia mengirimkan foto-foto anak asuhnya kepada pelanggan yang akan menggunakan jasa sexnya. Usai memilih, pelanggan mengirimkan ulang foto wanita yang akan diboking. “Setelah dinyatakan deal semua, baru wanita itu diantarkan. Saya sendiri yang mengantarkannya,” ujar Ari.

Selain itu, dirinya mengatakan saat ini sudah ada delapan wanita penghibur yang dimiliknya, dimulai umur 20 hingga 25 tahun. Semua wanita tersebut, merupakan pegawai pemandu karaoke di tempat-tempat karaoke di Kota Palembang. “Saya terpaksa Pak, untuk memenuhi kebutuhan hidup,” ujar honorer ini.

Terbongkarnya prostitusi online ini, setelah petugas menerima pengaduan masyarakat dan ditindaklanjuti dengan penyamaran sebagai pemesan wanita penghibur. Saat Ari mengantarkan wanita kepihak kepolisian yang sedang melakukan penyamaran, ketika itulah dirinya diringkus.

Kasubdit IV Reknata Direskrimum Polda Sumsel AKBP Suwandi membenarkan pihaknya sudah mengamankan tersangka. “Barang bukti kita amankan uang tunai Rp1,5 juta, alat kontrasepsi dan ponsel. Kini dia sedang dalam pemeriksaan dan akan dijerat UU Perdagangan manusia,” pungkasnya.