Detak-Pembang.Com PALEMBANG – Jembatan Ampera yang menjadi ikon Kota Palembang sudah memasuki usia lebih dari setengah abad. Pembangunan Jembatan Ampera dimulai dari tahun 1962  dan selesai serta diresmikan pada tahun 1965.

Diusia lebih dari setengah abad tentunya Jembatan Ampera sudah banyak terjadi kerusakan bila tidak dilakukan perawatan dan perbaikan secara rutin.

Suwarno, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jembatan Metropolis mengatakan kerusakan Jembatan Ampera saat ini terjadi retak-retak pada lantai.

“Retak pada lantai Jembatan Ampera secara visual sudah dapat dilihat, apalagi dengan menggunakan alat,” jelas Suwarno, Selasa (22/05).

Suwarno melanjutkan, untuk melihat keretakan itu harus menggunakan alat, tapi secara visual sudah menjadi pembuktian awal. Untuk memperbaiki retak pada jembatan diperlukan perbaikan dengan cara injeksi atau penyuntikan.

“Injeksi adalah dengan cara memasukkan cairan semen yang mempunyai kualitas bagus diatas semen yang ada dipasarkan. Jumlah penyuntikan sebanyak 6000 sampai 7000 titik,” urainya.

Suwarno menambahkan, bahwa keretakan Jembatan Ampera tidak membahayakan secara struktur, tetapi bila dibiarkan lama-lama akan jebol. Untuk perbaikan jembatan setelah usai Asian Games, untuk saat ini pihaknya sedang mengerjakan bagian atas jembatan.

“Anggaran perbaikan injeksi beton dan sebagainya sebesar Rp8 miliar. Untuk panjang retakan saya belum bisa memastikan. Keretakan yang terjadi sudah terjadi 1 hingga 2 tahun, hal ini lumrah terjadi pada jembatan yang sudah dimakan usia,” tutupnya.