Detak-Palembang.com PALEMBANG – Pembunuh bocah 8 tahun Fadhilah Putri yang jasadnya ditemukan di dalam karung, Irsani alias Ican (30) berencana membuang jasad korban ke sungai Musi. Niat keji tersebut terhalang lantaran warga yang beramai-ramai mencari keberadaan bocah kelas 2 Sekolah Dasar (SD) itu dengan menyisir kawasan dimana tersangka menyembunyikan jenazah korban. 

Dengan menahan rasa sakit, setelah tujuh butir timah panas petugas Tekab 134 Polresta Palembang bersarang dikedua kakinya, tersangka Ican mengatakan dengan tegas soal rencana tersebut.

“Tadinya mayat korban akan saya buang di sungai, atau di pinggir jalan, tapi karena warga sibuk mencari, saya tidak memiliki waktu untuk melakukan hal itu. Akhirnya saya putuskan menyimpannya di dalam karung dan saya taruh dibawah ranjang tempat tidur sepupu saya,” ungkapnya sambil meringis kesakitan.

Ican juga mengaku, sebelum memperkosa korban, dirinya sempat mabuk lem aibon. Dibawah pengaruh aibon itulah tersangka mengajak korban masuk ke dalam rumah dengan alasan pura-pura dipanggil embah.

“Saya bawa dia ke dalam kamar dan langsung memperkosanya. Walau sempat berontak, saya berhasil membekap mulutnya. Setelah puas, sepupu saya Andreas juga ikut mencicipi tubuh korban pak,” aku Ican.

Lanjut Ican, setelah Andreas menyetubuhi korban, dirinya kembali memperkosa bocah malang tersebut. “Dia terus berontak dan melawan pak, makanya saya cekik lehernya hingga tidak bernafas,” terang residivis Lapas Pakjo Tahun 2014 yang divonis satu tahun dalam kasus pencurian dan kekerasan (curas) dan di tahun 2015 yang divonis 2,5 bulan dalam kasus sodomi ini.

Namun ketika dikonfirmasi, tersangka Andreas Putra Pratama (19) membantah tudingan saudara sepupunya Ican, kalau kebagian jatah kedua dalam menyetubuhi korban.

Namun, buruh cuci mobil depan lorongnya ini mengakui jika selembar kain dan bekas cairan mani yang disita petugas saat usai kejadian, memang benar miliknya.

“Iya pak, sarung itu milik saya, cairan itu pun berasal dari saya serta kamar yang digunakan juga kamar saya, tapi saya tidak ikut memperkosanya pak,” kilahnya.

Disinggung dirinya membawa tas koper berisikan pakaian, tersangka mengaku akan tinggal di rumah pamannya di KM 7. “Saya butuh uang untuk modal nikah pak. Pacar saya sedang hamil, makanya saya mau kerja di steam mobil milik paman saya yang baru buka,” terangnya.