Detak-Palembang.com PALEMBANG – Striker Laskar Wong Kito  Manuchekhr Dzhalilov mengaku sangat hikmat menjalankan ibadah puasa di Indonesia. 

Itu di karena Indonesia mayoritas penduduknya beragama Islam dan jumlah terbesar jemaah haji yang datang ke Mekah. “Disini sangat terasa sekali hikmat nya menjalankan ibadah puasa. Saya sangat senang,” kata Manuchekhr Dzhalilov.

Terlebih lagi dia takjub dengan tradisi membangunkan orang sahur dengan berbagai alat musik. Tentunya hal ini sudah ada sejak lama dilakukan di Indonesia.

Awalnya, kegiatan ini dilakukan oleh Bapak-bapak selepas jaga ronda. Sembari pulang ke rumah masing-masing, mereka berteriak “Sahur” dan semacamnya, untuk membangunkan warga sekitar.

Tapi kini kegiatan ini telah dikoordinir dengan baik oleh para pemuda hingga anak-anak dengan berbagai cara di berbagai daerah dengan beragam istilahnya masing-masing.

“Saya suka puasa disini sangat meriah. Apa lagi ada orang bangunin sahur,”ujar Manuchekhr Dzhalilov.

Wajar Bang Jali julukan fans SFC terkejut karena dia tinggal di kawasan perkampungan. Lantaran pemain asing SFC tidak tinggal di Wisma Atlet bersama pemain lain. Tapi di Residen terletak di Sekip.

Residen sendiri merupakan tempat tinggal pemain SFC khusus pemain asing dengan fasilitas seperti hotel berbintang dengan bentuk bak apartemen mewah. Dia mengaku di Kota asalnya Hisor Tajikistan tidak ada tradisi seperti itu alias kurang meriah.