Detak-Palembang.com PALEMBANG – Mungkin bagi masyarakat awam, sosok Jack Ma adalah orang biasa dan tidak ada istimewanya, namun bagi kalangan pengusaha atas yang sering berkecimpung di dunia internasional atau setidaknya pernah belanja online melalui layanan e-commerse Alibaba.com.

Alibaba.com adalah sebuah layanan e-commerce yang berfokus pada B2B e-commerce untuk menghubungkan berbagai jenis usaha kecil dan menengah. Sehingga, usaha mereka dapat berkembang hingga dapat dilirik hingga ke luar China.

Perusahaan yang didirikan Jack Ma yakni Alibaba Group kini menjadi salah satu perusahaan raksasa dunia yang mendulang kesuksesan.

Rupanya Jack Ma — manusia dengan kekayaan per 30 Agustus hampir Rp 570 triliun itu menurut Forbes — sedang menyambangi Indonesia dan berada di kota Palembang untuk menghadiri penutupan Asian Games 2018.

Jack Ma yang tiba di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II pada Jumat (31/8) sekitar pukul 19.00 langsung ke Stadion Gelora Sriwijaya untuk menyaksikan partai final sepak bola putri Asian Games antara Jepang melawan China.

Pria berusia 54 tahun itu ingin memberikan dukungan langsung pada timnas China. Sayangnya hasilnya kurang memuaskan, Timnas China ditaklukkan oleh timnas Jepang dengan skor tipis 0-1.

Bagi sebagian orang yang mengenal sosok Jack Ma, pertemuan yang tidak diduga di stadion Jakabaring ini langsung dimanfaatkan untuk mengabadikan diri dengan ber-swafoto.

Setelah bersalaman dan berfoto bersama dengan para pemain China, Jack Ma kemudian meninggalkan stadion. Dipastikan dia akan menghadiri penutupan Asian Games 2018 yang berlangsung 2 September di Jakarta.

Cerita Sukses Alibaba

Cerit suksesnya Alibaba berawal saat proses penawaran saham perdana ke publik (IPO) pada Sabtu (20/9/2014) waktu setempat, saham Alibaba resmi diperdagangkan di Bursa New York Amerika Serikat (NYSE).

Sempat molor dua jam, saham Alibaba debut pada pukul 12.00 waktu New York. Permintaan pembelian menggila beberapa detik setelah IPO, kelebihan 35 persen dari jumlah lot ditawarkan. Dengan target awal USD 83 per lembar, nilai saham Alibaba dalam hitungan menit melonjak jadi USD 99, sebelum akhirnya bertahan lama di posisi USD 93 per lembar.

Sepanjang 20 menit melantai di bursa NYSE, 100 juta lembar saham Alibaba diperdagangkan para broker Wall Street, seperti dilansir stasiun televisi USA Today.

Dana segar terkumpul dari IPO ini minimal USD 24,3 miliar atau sekitar Rp 318 triliun. Imbasnya, kapitalisasi pasar Alibaba mencapai USD 165,5 miliar atau sekitar Rp 2.177 triliun.

Alibaba kini menjadi perusahaan teknologi kesayangan China. Namun demikian, banyak orang yang tidak tahu perjalanan miris Alibaba. Usaha ini dimulai Jack Ma dengan perjuangan dan rintangan yang berat. Salah seorang mantan karyawan yakni Porter Erisman menulis kisah ini dalam sebuah buku yang berjudul ‘Alibaba’s World’.