Detak-Palembang.com PALEMBANG – Penganiayaan terhadap Umi Kalsum (36) istrinya, berakhir setelah Tim Tekab 134 Polresta Palembang yang sedang melakukan patroli di kawasan Lemabang melihat Iwan Irawan (39) yang tengah menyiksa Umi Kalsum langsung mengamankan tersangka Iwan. Akibatnya, Iwan pun harus berurusan dengan pihak kepolisian, terlebih lagi setelah dilakukan penggeledahan, didapatkan sebilah parang yang diselipkan dipinggang kirinya.

Ternyata bukan hanya parang, anggota Tim Tekab 134 yang dipimpin Katim II, Aiptu Agus Akbar juga menemukan narkoba jenis shabu seberat 1 jie didalam saku celana tersangka Iwan.

Warga Jalan Antasari Lorong Mangkuang RT 9 Keluarahan 13 ilir, kecamatan Ilir Timur (IT) II ini langsung digelandang menuju Mapolresta Palembang, Rabu (29/3/17) sekitar pukul 15.00 WIB guna mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Kapolresta Palembang, KBP Wahyu Bintono Hari Bawono melalui Kanit Tekab, Ipda Daniel Dirgala mengatakan, mulanya Tim Tekab yang kebetulan melintas di lokasi kejadian hanya bermaksud mengamankan pria yang sedang menganiaya seorang wanita ditemukan jalan.

“Setelah berhenti untuk mengamankan, anggota kita yang curiga dengan tersangka langsung melakukan penggeledahan dan kita temukan sebilah parang serta shabu satu jie,” ungkap Daniel.

Lanjut Daniel, tersangka Iwan kini masih dalam pemeriksaan petugas untuk pengembangan, selanjutnya tersangka akan diserahkan ke Satres Narkoba guna penyelidikan lebih lanjut.

“Tersangka akan dikenakan Undang-udang Darurat No 12 dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara dan pasal 112 KHUP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara,” tegasnya.

Adapun tersangka Iwan mengaku menyiksa istrinya lantaran cemburu, karena menduga istrinya berselingkuh dengan lelaki lain. “Ada yang bilang begitu pak,” kilahnya.

Ketika ditanya soal parang Iwan mengaku hanya untuk berjaga diri, bukan untuk melakukan aksi kejahatan.

“Katanya saya ditantang oleh selingkuhan istri saya pak, makanya saya bawa parang. Kalau shabu itu buat pakai sendiri pak, bukan untuk dijual. Sumpah pak, saya sudah 6 bulan ini mengkonsumsi shabu. Saya beli shabu itu didaerah Lemabang pak,” kata residivis kasus penganiyaan yang pernah menginap dirutan Pakjo selama 1 tahun ini.