Detak-Palembang.com PALEMBANG – Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel)  Ishak Mekki membuka Global Entrepreneur Profesional (Genpro) Nasional, Bizcamp Batch V tahun 2017 di HotelAston Palembang, Jumat (24/03).

Usai kegiatan Genpro Nasional Ishak Mekki mengatakan, acara seperti ini sangat penting untuk bangsa dan negara  penting juga untuk pemerintah provinsi Sumsel serta penting untuk pengusaha itu sendiri.

“Selamat datang peserta Genpro di Palembang, Sumsel yang sangat luar biasa. Sumsel luar biasa dengan potensinya seperti karet menjadi terbesar di Indonesia, kelapa sawit berada pada posisi 5 nasional dan 30 persen cadangan batubara nasional ada di Sumsel,” urainya.

Dijelaskan Ishak Mekki, UMKM banyak di Sumsel, jumlahnya ribuan tetapi kalah potensinya dengan UMKM yang.berada di pulau Jawa. Ia berharap UMKM Sumsel bisa dikembangkan dan dapat bersaing ditingkat nasional.

“Saya berharap Genpro dapat berbagi pengalaman dengan UMKM Sumsel agar dapat mengembangkan usahanya. Saat krisis ekonomi global hanya UMKM yang dapat bertahan. Kita mesti gigih untuk maju tidak harus mempunyai modal dulu baru mau berusaha,” katanya.

Ditambahkannya, saat banyak proyek besar di Sumsel hendaknya UMKM berkontribusi pada proyek yang ada. Pengusaha kecil ikut ambil bagian dalam pembangunan jangan sampai diambil oleh pengusaha besar saja.

“Dengan berbagi pengalaman dan pengetahuan dari Genpro diharapkan pengusaha Sumsel dapat lebih maju. Dari pengusaha kecil dapat menjadi pengusaha nasional bahkan pengusaha internasional,” harapnya.

Pada kegiatan yang sama, Ketua Genpro Nasional, Iwan Kurniawan menyampaikan, Bizcamp yang diadakan adalah yang kelima, namun pertama untuk tahun 2017.

“Bizcamp ini adalah program pendidikan dari Gempro untuk merekrut mentor yang diharapkan dibawa kedaerah masing-masing,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan cara yerbaik untuk meningkatkan bisnis pengusaha. Untuk mentor yang telah mengikuti pendidikan akan diberikan sertifikat dan berikrar untuk siap bekerja.

“Mentor tidak kita lepas begitu saja akan tetapi tetap kita awasi dan kumpulkan minimal dua bulan sekali. Saat ini kita memiliki 600 mentor di seluruh Indonesia, setiap mentor akan membina minimal 10 orang,” tutupnya.