Detak-Palembang.Com PALEMBANG – Menjelang Bulan Puasa dan Hari Raya, Kementerian Perdagangan Republik Indonesia (Kemendag RI) berkonsentrasi pada stabilisasi dan pengendalian harga serta ketersediaan barang kebutuhan pokok.

Srie Agustina, Inspektur Jenderal (Irjen) Kemendag  mengatakan, Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita  sudah membentuk Tim stabilisasi dan pemantauan harga untuk mengawal langsung ketersediaan dan stabilisasi harga di 34 provinsi.

“Kami bersama pemerintah daerah setempat dan Divisi Regional (Divre) Bulog mengawal terus  agar barang barang pokok di setiap daerah tersedia dengan cukup dengan harga terjangkau,” jelasnya saat sidak di Gudang Bulog KM 9 Palembang, Kamis (26/04).

Lanjutnya, Indikasi harga terjangkau adalah sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) pemerintah berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan No 57 dan Permendag untuk ayam dan telur.

“Dari hasil kunjungan kami stok beras cukup untuk kebutuhan puasa dan lebaran, dari kapasitas gudang Bulog Divre Sumsel Babel 100 ribu ton terisi 25 persen atau sekitar duapuluh ribuan ton,” katanya.

Ditambahkannya, kebutuhan beras Sumsel kurang lebih 800 ton, jadi rasanya stok Bulog cukup untuk puasa dan lebaran. Selain beras pihaknya akan melihat ketersediaan minyak goreng dan gula.

“Gula tidak bermasalah karena harganya  sudah memenuhi HET, juga minyak goreng. Karena masyarakat Indonesia menjelang puasa dan lebaran biasanya munggah atau kenduri sehingga kebutuhan seperti telur dan daging ayam akan bertambah, kami akan telusuri dan waspadai, namun saat ini harga masih normal,” ungkapnya.

Ia menyampaikan, dari pantauan di 4 pasar yakni Pasar KM 5, Pasar 16 Ilir, Pasar Cinde, Pasar Lemabang, beras medium dari Bulog sudah masuk. Kemasan yang ada 50 kilogram, 25 kilogram, 10 kilogram dan 5 kilogram dengan merk ‘Beras kita’.

“Pedagang saat lebih menyukai beras kemasan daripada beras curah. Harga beras medium sudah sesuai dengan harga HET yakni Rp9.450.

Pasar 16 beras medium belum terlalu banyak masuk, hal ini karena Pasar 16 adalah Grosir bukan eceran dan memasukkan beras dari distributor lainnya,” tutupnya.