Detak-Palembang.Com PALEMBANG -Hubungan bisnis Sumatera Selatan (Sumsel) dengan Cina telah berlangsung sejak 1300 tahun lalu, yakni sejak zaman Kerajaan Sriwijaya.

Alex Noerdin, Gubernur Sumsel mengatakan Kerajaan Sriwijaya mempunyai daerah kekuasaan yang luas, menguasai selat malaka maka menjadi jalur strategis pedagangan.

“Sriwijaya juga melakukan perdagangan dengan India dan Cina. Jadi sejak dulu kita sudah berbisnis dengan Cina dan sekarang dilanjutkan kembali,” ungkap Alex  usai sambutan pada kegiatan Promotion Conference on The 15 Th China-ASEAN Expo, di Hotel Arista Palembang, Jumat (26/04).

Lanjut Alex Noerdin, seharusnya kegiatan seperti ini sering dilakukan, jadi bisa diketahui pamerannya dimana?,  untuk apa? Kira-kira potensi pasar produk Sumsel apa?.

“Jadi ikut pameran tidak sembarangan, produk kita berdasarkan hasil survey pasti laku. Untuk saat ini produk dari Sumsel ada yang mampu bersaing, ada yang belum mampu bersaing disinilah tugas pemerintah  membuka peluang,” katanya.

Agar orang mau berbisnis disini maka Sumsel harus kondusif, kalau konflik siapa yang mau berbisnis. Makanya kami pasang badan agar daerah ini zero konflik. Sumsel merupakan daerah zero komplik yang menjadi dasar berbisnis tidak ada orang yang mau berbisnis didaerah komplik.  Ia mengatakan ini merupakan syarat pertama membuat peluang.

“Untuk membuka peluang berikutnya adalah membuka jalur penerbangan langsung ke Cina, tidak perlu perantara, kita harap sebelum Asian Games akan dimulai,” tutupnya.