Detak-Palembang.com PALEMBANG – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) bersama dengan Yayasan Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards mengadakan kegiatan ‘Musikologi Series’ yang salah satu tujuannya mempersiapkan musisi dalam menghadapi Asian Games 2018.  

Ari Juliano, Deputi Fasilitas Hak Kekayaan Intlektual (HAKI) dan Regulasi Bekraf menyampaikan, Bekraf sudah banyak melakukan kegiatan untuk Asian Games selain dari kegiatan olahraga.

“Kegiatan yang sudah kami lakukan sepeti kesenian, pertunjukan musik dan pameran-pameran produksi lokal,” ungkapnya.

Lanjutnya, pihaknya juga telah melakukan bimbingan teknis untuk pengrajin di Palembang. Juga mengadakan sertifikasi profesi photografi untuk menunjang dokumentasi dan  liputan sport Asian games nanti.

“Kegiatan ini juga untuk mendukung musisi lokal supaya nanti bila diperlukan mereka sudah siap tampil,” jelasnya.

Ia juga mengatakan, bahwa banyak dari pelaku ekonomi kreatif yang didalamnya termasuk musisi yang belum mendaftarkan kayanya sebagai HAKI.

“Hasil survey Bekraf  tahun 2016 lalu dari 15 juta pelaku ekonomi kreatif hanya 11 persen yang HAKI terdaftar. Artinya ada 80 persen lebih yang masih butuh perlindungan HAKI, kita punya program fasilitas perberian HAKI, dimana kita memberikan bantuan teknis dan finansial untuk pelaku ekonomi kreatif,” katanya.

Pemberian bantuan pendaftaran HAKI agar pelaku ekonomi kreatif mendapat perlindungan secara hukum. Bantuan mendaftar termasuk apa saja dokumen yang dibutuhkan serta juga membantu finansial yang.

“Dengan bantuan itu mereka dapat dengan mudah dan murah dalam mendaftarkan HAKI nya. Pelaku ekonomi kreatif tidak mendaftarkan HAKI nya pertama karena ketidak Tahuan bahwa mendaftar HAKI akan melindungi mereka secara hukum,”terangnya.

Ia melanjutkan, setelah pelaku ekonomi kreatif tahu tentang pentingnya pendaftaran HAKI timbul permasalahan selanjutnya yakni terkendala teknis dan finansial karena pendaftaran HAKI ada di Jakarta.

“Mendaftar bisa diterima di Kanwil Kemenkumham yang ada di masing-masing provinsi, tapi sifatnya hanya menerima dokumen  yang akan dikirimkan kembali ke Jakarta. Oleh karena itu mereka yang di daerah-daerah dan tempat terpelosok enggan atau malas karena masalah teknis,” urainya.

Permasalahan kedua dikatakannya adalah masalah finansial yang cukup besar,  sebagai contoh untuk pendaftaran merk saja biayanya saja Rp2 juta , jadi bagi pengusaha kecil atau mikro akan menjadi berat bagi mereka

“Kita akan membantu pembayaran dalam pensaftaran pelaku ekonomi kreatif. Untuk kelengkapan dokumen atau menyiapkan kemudahan mendaftar misal menyediakan posko pendaftaran merupakan kewenangan dari Kemenkumham,” tutupnya.