Detak-Palembang.com PALEMBANG – Pembangunan jalan tol ruas Kayu Agung – Palembang – Betung (Tol Kapal Betung) sepanjang 111,68 kilometer setidaknya 80 persen dibangun di atas rawa. Kondisi inilah yang menyebabkan makan waktu yang lama, karena pembangunannya harus dengan metode vacuum.

Gunadi Soekardjo, Kepala Divisi VI, PT Waskita Karya ( Persero) Tol Kapal Betung mengatakan, tol Kapal Betung terbagi dalam 3 seksi yakni seksi 1 dari Kayu Agung-Palembang dengan panjang 33,5 kilometer, seksi 2 dari Palembang-Musi Landas dengan panjang 33,9 kilometer dan seksi 3 dari Musi Landas -Betung dengan panjang 44,69 kilometer.

“Karena jalan tol berada di atas rawa maka pembangunannya menggunakan metode vacum dan ini yang pertama di Indonesia. Karena itu pembangunan jalan tol ini memakan waktu lebih lama dibandingkan pembangunan jalan tol biasanya,” ungkapnya di Kantor Waskita, Kamis (31/05).

Lanjutnya, jalan tol ini akan terhubung dengan jalan tol Trans Sumatera. yang akan terhubung dengan ruas dari Bakauheni -Terbanggi Besar. Terbanggi Besar-Pematang Panggang dan Pematang Panggang -Kayu Agung. Sehingga nantinya waktu tempuh dari Bakauheni ke Betung akan lebih singkat.

“Progres pembangunan tol Kapal Betung mencapai 45 persen. Tol tidak akan digunakan akses lebaran karena belum nyambung sehingga belum memungkinkan. Tapi untuk Asian Games sebagian bisa digunakan mulai dari Jejawi sampai pedu,” ungkapnya.

Diakuinya dalam pembangunan jalan tol ini setidaknya ada beberapa kendala yang dihadapi. Pertama pengadaan tanah dan batu karena keterbatasan quarry yang ada. Kedua tidak adanya akses jalan menuju lokasi dan kalaupun ada rusak sehingga terhambat suplai material. Ketiga Faktor cuaca yang selalu hujan sehingga akses menuju lokasi jalannya rusak hingga tergenang.

“Quarry untuk tanah kita datangkan dari luar daerah dan untuk batu kita datangkan dari Banten. Untuk satu kilometer kita butuhkan ratusan sampai ribuan truk tanah dan batu. Belum lagi kalau hujan kita tidak bisa memasukkan material, hujan sampai menggenangi jalan. Kita akan perbaiki jalan rusak akibat dilalui mobil-mobil prroyek,” jelasnya.

Diakuinya, progres pengerjaan jalan tol, lima persen terlambat dari target. Namun, pihaknya akan berusaha sekuat tenaga agar pengerjaan jalan tol ini selesai sesuai target.