Detak-Palembang.Com PALEMBANG – Sering terjadinya penipuan dengan dalih investasi atau arisan online mendapat tanggapan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional 7 Sumatera Bagian Selatan, Panca Hadi Suryatmo dalam acara Media Information Sharing Kantor OJK Jalan Residen Abdul Rozak, Jumat (25/05).

Dikatakannya, arisan online di luar area pengawasan OJK, area pengawasan OJK adalah Perbankan, Pasar Modal, Jasa keuangan Non Bank, di luar itu bukan menjadi wewenangnya.

“Kita sekarang mengidentifikasi kalau ada penawaran investasi ilegal, kita tidak secara langsung turun tetapi melalui satgas investasi,” tegasnya.

Lanjutnya, satgas investasi anggotanya terdiri dari instansi-instansi yang otoritasnya memberikan perizinan, seperti Dinas Perindustrian, Dinas Perdagangan, Dinas Koperasi, Kementerian Agama dan juga melibatkan aparat berwenang seperti Kejaksaan dan Kepolisian.

“Kita secara berkala bertemu, kalau ada isu investasi ilegal akan disampaikan di pertemuan itu. Kalau ada laporan masyarakat tentang penawaran investasi yang merugikan dirinya maka kita akan memeriksa bersama instansi yang mengeluarkan izin, Instansi yang bersangkutan itu yang akan memberikan sanksi atau, pencabutan izin,” jelasnya.

Ditambahkannya, kalau seandainya investasi ilegal tadi arahnya pidana maka di situ ada Jaksa dan Kepolisian yang akan menindaklanjuti penyidikan, penyelidikan dan seterusnya.

“Dengan tim satgas tadi informasinya lengkap dimulai dari perizinan oleh instansi dan kalau ada unsur pidana maka kejaksaan akan memproses setelah dari kepolisian,” katanya.

Ia menyampaikan cara mengetahui ciri-ciri investasi ilegal. Untuk investasi ilegal dapat diketahui dari return yang sangat tinggi, dari sisi tempat kantornya tidak jelas direksinya atau pengurusnya tidak diketahui juga perizinannya tidak jelas serta investasinya untuk apa juga tidak jelas.

“Selain itu biasanya untuk mendapat keuntungan yang lebih tinggi lagi, kalau investor dapat mencarikan member baru atau member get member. Saya berharap kalau ada penawaran investasi, masyarakat untuk lebih teliti lagi,” tutupnya.