Detak-Palembang.com PALEMBANG – Headcoach Sriwijaya Football Club (SFC) Hartono Ruslan tampaknya lebih realistis menanggapi target di laga penutup.

Nah apakah target Hartono? Pelatih senior di Tanah Air itu mengaku tidak mau membuat para fans kecewa. Meskipun harus seri ia tidak mau di laga penutup Laskar Wong Kito kalah.

“Meskipun seri tapi kami tidak mau kalah. Inilah target saya di pertandingan nanti,”kata Hartono

Menurutnya pertemuan SFC kontra Persipura adalah laga penutup Liga 1 Indonesia 2017 Minggu, (12/11). Tentunya penting laga membuatnya tidak mau arogan mematok target

Namun dijelaskannya dia tidak berarti takut mematok target menang dipertandingan nanti. Bahkan kemenangan sangat diharapkan. Secara perhitungan Hartono lebih realistis karena bermain di kandang lawan.

“Kita juga mau menang disana. Tapi saya realistis saja hasil terakhir bermain dikandang kami seri. Setidaknya maksudnya kita bisa pertahankan hasil itu jangan kalah,”ujarnya lagi.

Dipertemukan sebelumnya Laskar Wong Kito  berbagi angka dengan tamunya Persipura partai home di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Minggu (30/7/2017) sore.

Sekilas jalanya pertandingan saat itu awal babak, Persipura langsung memasang dua striker Addison Almeida dan Pahabol untuk membongkar divisi pertahanan Sriwijaya FC yang dimotori Yanto Basna.

Alur bola Persipura ke lini depan SFC tidak berlangsung mulus karena pemain tengah tuan rumah yakni Tijani Belaid, Hafit Ibrahim dan Yu Hyun Koo cukup atraktif memotong pergerakan Persipura. Khususnya pemain marquee player Tijani yang beberapa kali melepaskan sepakan keras langsung ke gawang.

SFC tetap tampil sesuai karakternya yakni mengandalkan tusukan dari sektor sayap untuk memberikan kesempatan eksekusi ke Hilton dan Alberto Goncalves.

SFC sudah menguasai perebutan bola pada paruh babak. Meski demikian Persipura tetap mencari celah untuk menerapkan serangan balik. Pahabol mengejutkan barisan pertahanan Laskar Wong Kito setelah dirinya berhasil beradu sprint pada menit 30, namun bola berhasil ditangkap kiper.

Seolah telah paham kelemahan SFC, akhirnya Persipura berhasil menjebol gawang tim tuan rumah melalui striker andalannya Addison. Serangan balik yang dilancarkan Persipura tidak dapat dicover tiga pemain belakang yang bercokol di depan mulut gawang. Skor 1-0 untuk Persipura ini bertahan hingga 45 menit pertama berakhir.

Di babak kedua, Alberto Goncalves berhasil menyeimbangkan skor lewat sundulannya dari umpan sepak pojok Tijani. Skor berubah 1-1. Sriwijaya FC menaikkan tempo permainan. Beberapa kali sektor belakang Persipura gelagapan oleh pergerakan Hilton dan Beto.

Kesempatan gol kedua tercipta bagi Wong Kito lewat umpan silang Tijani ke kotak penalti. Umpan itu disambut Beto yang sedang siaga di mulut gawang pada menit 78. Bola sempat membentur tiang sebelah dalam gawang sebelum akhirnya tak dapat dijankau kiper. Skor 2-1 bagi Sriwijaya FC.

Namun skor ini tidak bertahan lama karena pada menit 85 Persipura mencetak gol melalui Pahabol yang memanfaatkan bola hasil tepisan kiper Teja Paku Alam yang sebelumnya membendung tendangan Osvaldo Haay. Skor 2-2 untuk kedua tim.