Detak-Palembang.Com PALEMBANG – Peran media sangat penting dalam peliputan Asian Games 2018. Agar ketertiban dalam peliputan tetap terjaga, maka Media Televisi di luar yang bekerjasama dengan Indonesia Asian Games Olympic Council (INASGOC) hanya dapat meliput di tempat-tempat tertentu.

Dikatakan, Media Public Relation Inasgoc, Lucky I Mirza kelima  media televisi yang bekerjasama itu adalah, Indosiar, SCTV, TVRI, TV One, Metro TV. Pembatasan itu Agar tidak mengganggu jalannya pertandingan.

“Jurnalis televisi ada keterbatasan dalam peliputan Asian Games 2018. Bukan kami yang membatasi, batasan kepada Jurnalis Televisi merupakan aturan dari Olympic Council of Asia (OCA),” jelasnya saat pelatihan media untuk Asian Games di Hotel Duta Palembang, Sebin (16/07).

Ia melanjutkan, Jurnalis Televisi hanya boleh masuk ke Media Press Center (MPC) karena itu memang tempat media bekerja. Namun ia mengatakan untuk masuk venue pertandingan untuk mix zone, tribun, press conference tidak dapat masuk dengan membawa kamera tetapi kalau masuk tidak membawa kamera diperbolehkan.

“Untuk masuk tempat-tempat tadi tidak boleh membawa kamera, kamera dapat di tinggalkan di loker yang telah kami sediakan. Tetapi kalau meliput atau wawancara dengan atlet di luar venue atau lingkungan sekitar diperbolehkan,” katanya.

Ditambahkannya, Jurnalis Radio juga tidak diizinkan live interview, juga streaming pertandingan di sosial media, tetapi kalau foto diperbolehkan.

“Untuk update pertandingan bisa diperoleh di Sub Media Press Center (SMPC), seperti foto-foto, profil atlet, video, daily news hasil pertandingan serta jadwal pertandingan baik yang di Pembang maupun Jakarta,” ungkapnya.

Ia menyampaikan, paling lama 10 menit hasil pertandingan sudah dapat diperoleh di MPC, baik foto, video profil atlet, hasil pertandingan sudah tersedia. Untuk Main MPC di Jakarta dan Sub MPC di Palembang paling lambat tanggal 10 Agustus sudah berdiri dan berjalan.

“Ada tim khusus yang mengawasi rekan media yang tidak sesuai aturan, akan diberi peringatan. Kalau masih terus melakukan maka kita akan cabut ID peliputannya. Saya berharap rekan-rekan media dapat bekerja sama,” tutupnya.