Detak-Palembang.com PALEMBANG — Kepala Kepolisian Resort Kota (Polresta) Palembang Kombes Pol Wahyu Bintono Hari Bawono Sik SH, MH memetakan ada 4 zona untuk penanganan  apabila terjadi konflik pada Pilkada serentak di Palembang, 27 Juni 2018 mendatang.

“Polri akan bersinergi dengan TNI dalam penanganan potensi konflik, Ada empat zona pengamanan. Penempatan personil sesuai wilayah Polsek apabilah terjadi chaos, termasuk kendaraan taktis. Untuk yang menuju kota, pusat perbelanjaan,” ungkap Kombes Pol Wahyu Bintono Hari Bawono saat memberikan materi Rapat Koordinasi Pengawasan Partisipatif Bersama Srakeholder pada Pilwako dan Pilwawako Palembang Tahun 2018 di Hotel Santika Premiere, Selasa (29/05).

Empat zona yang dipetakan itu yakni zona aman, zona rawan 1, zona rawan 2, dan zona khusus. Kapolresta mengajak semua stakeholder untuk mensukseskan Pilkada serentak.dr @

Lanjut Kapolres, antisipasi gangguan keamanan disiapkan  menjelang pemungutan suara hingga Pasca pelantikan. Kapolres juga memetakan bentuk gangguan keamanan selama proses tahapan pilkada.

Adapun jenis gangguan keamanan yaitu Gangguan nyata,Terorisme,Radikalisme, Konflik sosial, Pengamanan logistik pilkada, Penganiayaan dan tawaran, Curat curas dan curanmor, Laka lantas dan pelanggaran lantas.

“Mari kita wujudkan Pilkada ini agar berlangsung dengan penuh martabat. Tidak ada politik uang, kampanye hitam, politisasi isu SARA. Kalau tidak kita cegah akan timbul konflik sosial. Ini bisa merugikan kita sendiri, semua aktivitas terganggu. Nama baik Palembang, Sumsel juga akan tercoreng. Begitu juga kita mau jadi tuan rumah Asian Games,” kata Kapolresta.

Dandim 0418 Palembang Letkol Inf Honi Havana menegaskan TNI solid dengan Polri menjaga stabilitas keamanan. Sehingga segi kehidupan dapat berjalan dengan lancar.

“Kami dialokasikan untuk membantu mengamankan. Semoga Pemilu nanti dapat terpilih pemimpin yang baik dan amanah. Mari kita laksanakan tugas kita sebaik-baiknya. Karena untuk memilih pemimpinan yang baik itu sangat penting. Kholifah itu pemimpin. Sistem mekanisme pemilihan. Memilih pemimpin. Maju mundurnya daerah, bangsa itu juga tergantung pemimpin,” kata Dandim.

Dandim mengatakan memiliki kekuatan 8 koramil dengan 400 orang. Untuk Pilkada akan mengerahkan 50 persen kekuatan, yakni 200 personil.

“Kalau masih dibutuhkan, Kodim akan meminta bantuan setingkat di atasnya, Korem,” ujarnya.

Turut hadir Ketua Panwaslu Palembang M Taufik SE MSi dan Pimpinan lainnya Darsi dan Dadang, Ketua KPU Palembang Syarifudin, A Karim Nasution MHum Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat KPU Palembang.