Detak-Palembang.com PALEMBANG – Semakin seringnya transaksi narkoba di lingkungan, seorang warga yang merasa resah dengan ulahnya Bandar narkoba, akhirnya Zakaria Yahya (34), warga Jalan Wirajaya III RT 02 Kelurahan Siring Agung, Kecamatan Ilir Barat (IB) I melaporkan kondisi tersebut ke pihak kepolisian di Polresta Palembang, dan laporan itu langsung ditindak lanjuti oleh anggota Sat Res Narkoba yang dipimpin langsung Wakasat Narkoba, AKP Sabur dan Kanit IV, Ipda Arlan.

Kapolresta Palembang, KBP Wahyu Bintono Hari Bawono didampingi Kasat Narkoba, Kompol Rudiansyah saat gelar kasus di ruang Narkoba Polresta, Selasa (31/3/17) sore mengatakan, dari laporan tersebut anggotanya langsung melakukan penyelidikan.

“Setelah mengetahui identitas dan mendapatkan nomor telepon tersangka, anggota kita langsung melakukan penyamaran dengan berpura-pura sebagai pembeli. Saat itu disepakati akan bertransaksi di Jalan Angkatan 45 Lorong Persatuan Kelurahan Lorok Pakjo, Kecamatan IB I, hari Minggu (19/3/17) sekitar pukul 22.00 WIB,” ungkap Perwira Tiga Melati ini.

Sambung Wahyu, anggotanya juga harus ekstra sabar karena tersangka yang merasa curiga sempat merubah lokasi transaksi hingga beberapa kali namun akhirnya berhasil menangkap tersangka.

“Mengetahui yang memesan adalah anggota polisi, tersangka berupaya untuk melarikan diri namun berkat kesigapan anggota kita, tersangka dapat diamankan bersama barang buktinya yakni 1140 butir pil ekstasi warna hijau logo Apple,” beber Wahyu.

Ditambahkan oleh Wahyu, jika dirupiahkan pil ekstasi sebanyak itu bisa mencapai Rp 300 juta, dengan harga jual Rp 300 ribu perbutir. Adapun tersangka akan dijerat dengan pasal 112 dan 114 Undang-Undang No 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukum 20 tahun penjara.

Terpisah, tersangka Zakaria ketika ditanya mengaku dirinya bukan bandar melainkan hanya seorang kurir yang disuruh mengantarkan barang tersebut dengan upah Rp 1 juta.

“Saya ditelepon pak, disuruh antarkan barang tapi saya tidak tau orangnya. Pemesannya juga saya tidak tau pak, kalau tau yang pesan adalah polisi pasti saya tidak mau,” kilah Zakaria.