Detak-Palembang.com PALEMBANG – Hoax atau berita bohong dibuat dengan tujuan jahat, karena tujuannya untuk menjatuhkan atau mendeskreditkan seseorang atau sekadar hanya untuk mencari sensasi atau dengan tujuan menipu. Apapun alasannya, segala bentuk berita hoax dan konten negatif di media elektronik, kini sedang diperangi.

Melihat keseriusan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) melawan berita hoax, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Muba ikut terpanggil untuk bergabung menjadi volunteer (relawan) Messenger Of Muba yang digagas Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Muba.

Hal ini disampaikan langsung oleh Pengurus Cabang (PC) IPNU Muba, Ali Mustofa saat pertemuan dengan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkominfo Muba, Minggu (11/3) di Palembang.

“Maraknya berita hoax yang disebarkan oknum yang tidak bertanggung jawab di media sosial telah mempengaruhi dan menyesatkan asumsi masyarakat dalam memperoleh informasi publik melalui media online. Berangkat dari fenomena ini IPNU Muba siap bergabung menjadi Relawan (volunteer) Messenger of Muba untuk melawan berita atau informasi hoax dan konten-konten negatif lainnya serta akan ikut berpartisipasi menyebarkan konten-konten positif tentang Muba di media sosial,” ujar Ketua PC IPNU Muba.

Remaja yang berasal dari Kecamatan Lalan ini menambahkan akan segera mensosialisasikan program Messenger of Muba ke kalangan pelajar NU khususnya yang saat ini sedang menempuh pendidikan sebagai santri di seluruh pondok pesantren di Muba.

“Kami akan mengajak para santri untuk bergabung menjadi volunteer Messenger Of Muba”, kata Ali yang didampingi Bendahara PC IPNU Abas Saidun, Ketua Departemen Organisasi Faisal Ma’ruf dan Ketua Ikatan Pelajar Putri NU Restu Nurmapatlina.

Sementara Plt. Kepala Dinkominfo Muba Dicky Meiriando menyatakan menyambut positif keinginan PC IPNU Muba untuk bergabung menjadi Volunteer Messenger of Muba.

“Tentu kami sambut dengan baik keinginannya, bergabungnya IPNU Muba akan menambah jumlah Duta Muba di media sosial. Dan saya berharap IPNU yang anggota sebagian besar adalah para santri dapat menjadikan media sosial sebagai media dakwah,” harap Dicky.