Detak-palembang.com PALEMBANG – Pembangunan kota Palembang yang dilakukan pemerintah kota mengalami kemajuan yang sangat pesat, terutama imbas dari pembangunan Light Rail Transit dan meluasnya wilayah kota. Namun penataan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan pertambanhannya dirasa kurang jumlahnya dibanding dengan perkembangan wilayah yang makin meluas. Hal ini disampaikan oleh lembaga Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sumatera Selatan (Sumsel) dan mereka meminta pemerintah Kota Palembang mengupayakan untuk terus melakukan menambahnya RTH.

“Ruang terbuka hijau harus ditambah karena jumlah luasannya masih sangat minim bila dibandingkan dengan luas wilayah Kota Palembang sekarang ini,” demikian pernyataan Hairul Sobri, Direktur Eksekutif Walhi Sumatera Selatan di Palembang, Rabu (30/05) seperti dikutip media online suara.com.

Lebih lanjut Hairul memaparkan bahwa, setidaknya 20 sampai 30 persen kota Palembang memiliki RTH karena sangat pentingnya keberadaan RTH bagi laingkungan dan masyarakat yang berfungi untuk menambah kenyamanan, dan menjadi suasana kota yang lebih segar, teduh, dan sejuk.

Sementara bagi lingkungan adalah sebagai penyaring zat-zat pencemar atau polutan yang datang dari asap kendaraan bermotor dan pabrik, menjadi daerah resapan air, sekaligus mempertahankan lingkungan lengkap dengan flora dan faunanya.

Harobin Mustofa, Sekda Kota Palembang telah memberikan pernyataan bahwa pihaknya terus berupaya menambah RTH dengan memanfaatkan lahan yang ada di sejumlah area.

Salah satunya adalah kawasan Jembatan Ampera menjadi taman bermain dan tempat berolahraga, jelasnya.