Detak-Palembang.com PALEMBANG Majelis Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Palembang, gelar sidang pemeriksaan lapangan di lokasi pembangunan Hotel Ibis, yang terletak di Jalan Letkol Iskandar Kelurahan 15 Ilir Kecamatan Ilir Timur I, terkait gugatan pembatalan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) Pembangunan Hotel Ibis yang diterbitkan Pemerintah Kota Palembang, dengan nomor perkara : 58/G/2017/PTUN. PLG, Senin (13/11).

Pada persidangan ini, Majelis Hakim, yang disaksikan Tim Kuasa Hukum kedua belah pihak, melakukan pengecekan langsung pada titik yang disengketakan para Penggugat (PT Sebangun Bumi Andalas), terhadap Tergugat (Pemerintah Kota Palembang) dan Tergugat 2 Intervensi (PT Indo Citra Mulia). Hal ini sesuai dalam Surat Panggilan untuk menghadiri sidang pemeriksaan lapangan.

“Kami sudah melihat keadaan, segala pihak  terkait sudah kami tanya. Objek fisik sudah kami lihat, dan data sudah kami dapatkan,”ucap Darmawi, SH Ketua Majelis Hakim di lokasi sidang pemeriksaan lapangan

Sebelumnya usai membuka sidang ketua majelis hakim meminta pihak SBA yang dihadiri pemiliknya Sulaiman dan didampingi Penasehat Hukum Iir Sugiarto menerangkan kerusakan apa yang ditimbulkan.

“Proses pembangunan berdampak pada lahan klien kami seperti tanah longsor karena adanya galian untuk lahan parkir di pihak Indo Citra Mulia kemudian adanya penurunan tembok bangunan yang sangat drastis dan tanah yang amblas akibat pembangunan yang dilakukan pihak ICM, “ terang Iir.

Pihak ICM tidak membantah apa yang diterangkan Sulaiman dan kuasa hukumnya. Bahkan Pihak ICM yang diwakili Hans Syaiful membenarkan kerusakan tersebut timbul akibat pekerjaan pembangunan mereka.

“Kejadian itu betul adanya pak. Kejadian terjadi akibat dari longsoran karena adanya pengggalian dari kami ujar. Kita sudah menyiapkan beton, tanah dan segala macam  untuk memperbaiki namun belum mendapatkan izin, pihak tetangga melakukan pekerjaanya sendiri pekerjaannya sendiri,“ Hans Syaiful kepada majelis hakim.

Pihak SBA juga menerangkan adanya Ground Anchor yang masuk ke lahan mereka sebagai penyangga beton untuk pembangunan dinding bawah tanah yang dilakukan pihak ICM.

“Ground Anchor yang di masukan kelahan klien kami  juga sangat merusak lahan kliennya dan sangat merugikan, “ ujar Iir.

Sekali lagi pihak ICM tidak membantah penjelasan pihak penggugat. Bahkan Hans Syaiful menerangkan jika Ground Anchor tersebut tidak merusak dan tidak berpengaruh pada bangunan pihak SBA.

“Sekarang masih ada didalam itu pak kita tidak bisa mencabut. Dalam hal ini kami juga sudah berkonsultasi dari ahli Ground Anchor tersebut, dimana Ground Anchor  tersebut juga jamak dipakai dan mereka mengatakan bilamana ada pekerjaan pembangunan di sana dan sebagainya Ground Anchor tersebut akan kalah istilahnya,  jadi tidak akan berpengaruh terhadap konstruksi yang akan dipakai, “ terang Hans Syaifuk kepada majelis Hakim.

Soal putusan, dirinya menjelaskan masih ada beberapa proses persidangan lanjutan, Diantaranya mendengarkan pembuktian dari penggugat dan tergugat, Keterangan saksi, Kesimpulan, dan terakhir kesimpulan

“Saat ini sedang menunggu bukti, bukti belum masuk. Untuk saksi kedua belah pihak dapat menghadirkan. Sidang akan dilanjutkan pada tanggal 23 November 2017 pukul 10,”jelasnya

Dilain itu, Pihak Tergugat dalam hal ini Pemerintah Kota Palembang, melalui Kasubag Bantuan Hukum Imam Ilham menjelaskan, Saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang sedang mempersiapkan alat – alat bukti dalam persidangan terkait gugatan ini

“Tadi waktu sidang, yang jadi permasalah pelaksanaan pembangunan, tetapi digugatan yang jadi pokok permasalahan IMB dan itu yang akan menjadi fokus kita,”jelasnya. 

Pihak tergugat pemkot Palembang tadi menyatakan untuk pemberhentian sementara sudah dilayangkan surat ke pihak ICM dan diterimah langsung sesuai dengan tanda terimah. 

Di Pihak Tergugat Dua Intervensi dalam hal ini PT Indo Citra Mulia, melalui kuasa Hukumnya Etty Gustina, SH menerangkan, Sebenarnya sejak awal terjadi permasalahan sudah ada komunikasi dengan pihak penggugat. Komunikasi tersebut telah dituangkan dalam kesepakatan dalam bentuk kerugian terhadap bangunan yang berdiri

“Dari Kami, selaku pihak tergugat dua intervensi sebenarnya permasalahan ini sudah ditanggulangi dan diselesaikan sejak awal,”tegasnya

Sementara itu, PT Sebangun Bumi Andalas selaku pihak penggugat melalui Kuasa Hukumnya, Iir Sugiarto mengatakan, Tuntutan dalam gugatan, Izin Mendirikan Bangunan Hotel Ibis dibatalkan, sehingga hari ini Hakim ingin melihat langsung

“Tadi, Sudah diakui oleh Hans Syaiful Selaku Project manager bahwa ada kerusakan yang disebabkan oleh mereka (PT Indo Citra Mulia). Pernyataan dari pihak gergugat 2 intervensi yang menyatakan bahwa menghentikan pekerjaan pembangunan berdasarkan hati nurani, dan hal itu dibantah pihat tergugat dalam hal ini pemerintah Kota Palembang,”singkatnya.