Detak-Palembang.com PALEMBANG – Belum jelas permasalahan sebenarnya, namun yang pasti Tari Parianti (24) mengklaim ibu angkatnya Yanti (55) yang bersalah hingga dirinya melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang, Kamis (30/3) sore.

Tari melaporkan ibu angkatnya tersebut karena merasa dirinya menjadi korban akibat dipukuli oleh Yanti dan juga tubuhnya mengalami luka cakar

Kepada petugas piket SPKT Tari menuturkan, kejadian tersebut dipicu lantaran masalah hutang piutang pada tahun 2015 lalu, dimana Tari pernah meminjam uang sebesar Rp 2 juta kepada terlapor, untuk suatu keperluan.

Setelah dua tahun korban belum mengembalikan uang pinjaman tersebut, Yanti mendatangi kediaman korban di Jalan KH Wahid Hasyim Kelurahan 1 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) I untuk menagih uang tersebut.

Merasa belum memiliki uang buat bayar hutang tersebut, korban meminta tempo untuk melunasi pinjaman tersebut. Diduga kesal, pelaku yang mendengar ungkapan korban menjadi marah.

Karena malu dilihat tetangga, korban mengajak pelaku keluar dari rumah menuju ke suatu tempat agar lebih tenang untuk menyelesaikan masalah itu.

“Belum tiba di tempat yang dituju, dia kembali marah pak, kemudian kembali terjadi keributan. Dia langsung menyerang saya dan terjadilah pergulatan,” ungkapnya.

Ditambahkan oleh korban, ibu angkatnya juga saat itu mengancam akan membunuhnya hingga dirinya tidak terima dan melaporkan pelaku.

“Saya malu pak, karena kejadiannya dipinggir jalan dan ditonton orang banyak. Apalagi dia mengancam akan membunuh saya,” jelasnya.

Sementara Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Maruly Pardede ketika dikonfirmasi, Jumat (31/3) pagi membenarkan adanya laporan korban.

“Kita akan panggil saksi-saksi terlebih dahulu, jika memang terbukti bersalah, pelaku bisa terjerat pasal 351 KUHP tentang penganiayaan,” tegas Maruly.